Kronologi Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Fasilitas tak lazim di Lapas Cibinong, seperti bangunan menyerupai vila, gym, kolam, dan simulator golf, terungkap oleh Ombudsman.

Diterbitkan 24 September 2026, 13:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ombudsman mengungkapkan temuannya terkait sejumlah fasilitas yang dinilai tidak biasa yang ada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Adapun temuan itu bermula setelah tim Ombudsman melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan pada Rabu, 23 September 2026.

Anggota Ombudsman Syafrida R. Rasahan mengatakan, tim awalnya datang sekitar pukul 09.45 WIB dan melaporkan kedatangan kepada petugas lapas. Kala itu, pihaknya juga telah membawa surat tugas yang ditandatangani Wakil Ketua Ombudsman.

Namun, petugas lapas menyatakan masih menunggu arahan Kepala Lapas (Kalapas).

"Ketika kami sampai itu sekitar pukul 10.00 kurang 15 menit, kami menunggu sampai 10.00 lewat 15 menit. Setengah jam waktu kami menunggu, kami juga tidak dibenarkan untuk masuk dan mereka juga tidak menjelaskan alasan penolakan tersebut," kata Syafrida dalam konferensi pers di Kantor Ombudsman, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

Dia menuturkan, karena tidak mendapat izin masuk, tim kemudian meninggalkan ruangan resepsionis dan menunggu di kantin yang berada di lingkungan lapas.

Saat menunggu, tim Ombudsman melihat sebuah pagar kayu yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi mereka. Kemudian, tim menanyakan kepada petugas mengenai area di balik pagar tersebut.

"Di mana di situ ada kafe, ada kantin, kami duduk di situ sambil kami menunggu teman-teman media yang ada di sekitaran Cibinong untuk kami sampaikan bahwa kami mengalami penolakan kedua kali oleh Lapas Kelas II Cibinong," ungkap Syafrida.

Tak lama berselang, Ombudsman lalu mengetahui bahwa area di balik pagar tersebut merupakan lokasi rumah dinas Kalapas. Tim lalu masuk dan menemukan sejumlah bangunan hunian.

"Kemudian kami, kebetulan tim sudah ada yang masuk duluan, kemudian kami menanyakan, ini ada apa di balik pagar ini? Dijawab adalah di balik itu ada rumah dinas Kalapas Kelas 2 Cibinong," katanya.

 

Penemuan Ombudsman

Di area tersebut, Ombudsman menemukan beberapa bangunan yang bentuknya disebut menyerupai homestay atau vila. Ada pula bangunan berbentuk rumah petak yang disebut berada di beberapa titik.

"Kemudian kami melakukan melihat situasi di situ kami masuk ke dalam dan ternyata kami menemukan sebagaimana yang sudah kami sampaikan kemarin yaitu kami menemukan beberapa lokasi hunian di lapas yaitu berupa bangunan yang terlihat seperti homestay, yang terdiri dari seperti ada dinding seng bercat warna biru ya," kata Syafrida.

Selain itu, Ombudsman juga menemukan bangunan lain yang oleh petugas disebut sebagai rumah asimilasi. Saat mengecek bagian dalam, tim menemukan sofa, kulkas, televisi dan meja makan.

"Ketika ditanyakan petugas menyampaikan bahwa itu rumah tersebut adalah rumah asimilasi. Nah kemudian kami mengecek isi dalam rumah tersebut ya, ini yang kami dapati teman-teman, ada berisi sofa, kulkas, televisi, meja makan ya," ujarnya.

Di dalam salah satu bangunan tersebut, Ombudsman juga menemukan warga binaan. Syafrida bilang warga binaan itu kemudian masuk ke kamar setelah mengetahui kedatangan tim Ombudsman.

"Nah kemudian ketika mereka menyadari bahwa ini adalah Ombudsman, mereka langsung lari ke dalam kamar," ujar Syafrida.

Tim kemudian melanjutkan penelusuran ke sejumlah bagian lain di area tersebut. Berdasarkan pemetaan Ombudsman, ditemukan area parkir mobil mewah, sejumlah hunian, fasilitas gym, kolam, hingga simulator golf yang masih dalam proses pembangunan.

"Ini yang hunian yang tadi saya bilang seperti vila, ada hunian tipe A dan tipe B, apa tipe 1 dan tipe 2, jadi ada beberapa tipe. Kemudian ada juga simulator golf yang sedang dibangun dan ada fasilitas gym yang kami temukan, kemudian ada kolam," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6