Update Kecelakaan KM Virgo, 14 Jenazah Baru Diidentifikasi Tim DVI

Tim DVI gabungan berhasil mengidentifikasi 14 jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, sementara upaya pencarian ratusan penumpang lainnya terus dimaksim

Diterbitkan 23 September 2026, 14:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tim DVI berhasil identifikasi 14 jenazah korban KM Virgo Transport 8 hingga 22 September.
  • Total 19 korban meninggal ditemukan, sementara 116 orang masih dalam pencarian.
  • Operasi SAR ditingkatkan dengan pengerahan personel dan peralatan tambahan.

Liputan6.com, Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 14 jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 hingga Selasa (22/9/2026).

Hingga kini, total korban yang ditemukan mencapai 19 orang dari keseluruhan penumpang.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan data Ante Mortem dan Post Mortem, Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Kalimantan Selatan, dan Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan telah berhasil mengidentifikasi 14 jenazah," demikian keterangan tertulis dari tim gabungan yang diterima, Rabu (23/9/2026).

Proses identifikasi dilakukan secara bertahap sejak pertengahan September. Pada Senin, 14 September 2026, tim mengidentifikasi satu jenazah, yakni Reyner Fausta Yosilianto (22) asal Malang, Jawa Timur. Selanjutnya pada Selasa (15/9/2026), lima jenazah kembali teridentifikasi, yaitu Nurul Rian Hidayat (33) asal Pamekasan, Denny Ridzal Saputra (29) asal Kediri, Imam Soeparno (66) asal Surabaya, serta Erik Maosul Latip (37) dan Risyan Kurnia Putra (28) yang keduanya berasal dari Garut.

Pemeriksaan berlanjut pada Jumat (18/9/2026) dengan teridentifikasinya tiga jenazah, yakni Muhammad Abdianoor (30) dan Yuli (29) asal Banjarmasin, serta Surya (59) asal Margasari.

Sementara pada Selasa (22/9/2026), lima jenazah lainnya berhasil diidentifikasi, yaitu Anas (45) asal Bangkalan, Bagus Mahendra (20) asal Klaten, Aldo Nurahmansyah (19) asal Surakarta, Jumbrik (52) asal Lamongan, dan I Putu Angga Santyana (28) asal Kota Mataram.

Di sisi lain, pencarian korban di perairan masih membuahkan hasil. Seorang nelayan lokal kembali menemukan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki pada Selasa (22/9/2026) sore.

Operasi SAR Ditingkatkan

Kepala Basarnas M. Syafii membenarkan temuan tersebut dan mengonfirmasi bahwa jasad dievakuasi untuk proses pencocokan data lebih lanjut.

"Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan nelayan pada Selasa (22/9/2026) pukul 15.56 WIB di koordinat 3°33'6.34"S 111°41'33.69"E. Korban selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi," kata Syafii, Rabu (23/9/2026).

Data statistik menunjukkan bahwa hingga Rabu (23/9/2026) pukul 09.00 WITA, sebanyak 127 korban telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal. Rinciannya, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 19 orang meninggal dunia. Saat ini, sebanyak 116 orang lainnya masih dalam pencarian.

Operasi SAR terus ditingkatkan dengan mengerahkan kapal dan personel tambahan ke titik lokasi kejadian. KN SAR Pacitan telah bertolak sejak pukul 06.20 WITA membawa sekitar 97 personel, disertai optimalisasi peralatan selam dan perahu karet dari TB Jaya Dragon.

"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti, karena bagi keluarga, setiap korban yang ditemukan adalah hal yang sangat berarti," tutur Syafii.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6