Saat Perburuan Benda Antik Menjamur di Batanghari, Berujung Ditertibkan

Puluhan perahu mesin disebut hilir-mudik di aliran sungai hingga meresahkan masyarakat setempat.

Diterbitkan 23 September 2026, 12:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika debit Sungai Batanghari menyusut akibat kemarau panjang, dasar sungai yang biasanya tersembunyi mulai terbuka. Bagi sebagian orang, kondisi itu menjadi kesempatan untuk mencari jejak masa lalu yang diyakini masih tersimpan di dasar sungai.

Namun, aktivitas perburuan benda antik tersebut justru memicu keresahan warga Desa Senaung, Kabupaten Muaro Jambi. Puluhan perahu mesin disebut hilir-mudik di aliran sungai, membawa para pencari benda yang diduga berasal dari masa lalu hingga besi tua.

Keresahan itu akhirnya berujung pada penertiban. Unit Reskrim Polsek Jalur Luar Kota (Jaluko), Polres Muaro Jambi, bersama Pemerintah Desa Senaung turun ke lokasi dan membubarkan aktivitas perburuan benda antik di aliran Sungai Batanghari.

"Kami mendapat laporan dari masyarakat di Desa Senaung, dan melalui pak kades juga, kami turun ke lokasi untuk menjaga ketertiban masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kanit Reskrim Polsek Jaluko Ipda Budi Setiawan di Jambi, Rabu (23/9/2026), seperti dilansir dari Antara.

Menurut Budi, laporan warga berkaitan dengan maraknya aktivitas pencarian harta karun secara liar yang memanfaatkan kondisi sungai saat debit air menyusut. Penertiban dilakukan untuk menjaga ketenteraman wilayah sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya konflik di tengah masyarakat.

Dari pemantauan petugas, para pencari benda antik yang diduga berasal dari wilayah hilir menggunakan puluhan perahu bermesin. Mereka menyusuri sungai dan menyelam ke dasar perairan dengan bantuan selang serta alat penyaring sederhana.

Benda yang dicari pun beragam, mulai dari barang antik dan benda yang diduga berkaitan dengan cagar budaya, hingga emas dan besi tua.

 

Sudah Berlangsung Sepekan

Aktivitas itu terhenti ketika aparat kepolisian dan perangkat desa tiba di lokasi. Para pencari benda antik langsung membubarkan diri. Perahu dan peralatan selam yang digunakan kemudian disita dan diminta segera dikeluarkan dari wilayah Sungai Batanghari di Desa Senaung.

Polisi memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mencegah aktivitas penambangan maupun pencarian benda secara ilegal kembali berlangsung.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di Sungai Batanghari, untuk tidak lagi melakukan aktivitas yang mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat," tutupnya.

Kepala Desa Senaung Bustomi mengatakan aktivitas pencarian benda di sungai tersebut telah berlangsung sekitar sepekan. Kemunculan para pencari benda antik di tengah menyusutnya aliran Sungai Batanghari membuat warga mulai merasa terganggu.

"Ini informasi yang kami dapat, dia mencari besi, kalau ada peninggalan mungkin zaman dahulu kan? Mungkin itu yang bisa diambil. Kehadiran mereka (penambang) membuat warga merasa risih dan terganggu," ungkap Bustomi.

Bagi warga Senaung, persoalannya bukan semata-mata mengenai benda apa yang mungkin ditemukan dari dasar Sungai Batanghari. Sungai tersebut masih menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

 

Ganggu Pasokan Air

Bustomi menuturkan, Sungai Batanghari merupakan sumber air utama yang digunakan warga untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Karena itu, perubahan kondisi air menjadi perhatian tersendiri.

Aktivitas pengerukan dasar sungai oleh para pemburu benda antik membuat air yang sebelumnya telah menyusut akibat kemarau menjadi semakin keruh. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kebutuhan warga sekaligus berdampak terhadap kesehatan.

"Dengan diobok-oboknya air ini semakin keruh, harapan saya, aktivitas ini nanti dapat dihentikan secara permanen," kata dia.

Di tengah kemarau, surutnya Sungai Batanghari memang membuka lebih banyak bagian dasar sungai yang selama ini tertutup air. Tetapi bagi warga Senaung, dasar sungai yang terbuka bukan berarti ruang untuk menggali dan mencari apa pun yang mungkin tersembunyi di dalamnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6