Tawaran Strategis untuk TNI di Balik Pertemuan Prabowo dan PM Thailand

PM Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama di sektor industri pertahanan.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 05:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo tekankan penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Thailand demi stabilitas kawasan.
  • Prabowo usulkan peningkatan latihan bersama dan pertukaran perwira militer kedua negara.
  • PM Thailand tawarkan 36 kendaraan lapis baja amfibi untuk Korps Marinir Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya Indonesia dan Thailand memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan. Kerja sama ini sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan.

Menurut Prabowo, hubungan pertahanan kedua negara perlu ditingkatkan, terutama melalui kerja sama lebih intensif antara angkatan bersenjata Indonesia dan Thailand.

"Kita harus meningkatkan jumlah dan tingkat pelatihan bersama antara kedua angkatan pertahanan. Kita harus meningkatkan pertukaran perwira dalam pelatihan dan pendidikan," kata Prabowo saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dia menilai peningkatan latihan bersama serta pertukaran perwira akan memperkuat kapasitas dan profesionalisme personel militer kedua negara. Selain itu, kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan strategis Indonesia dan Thailand.

"Jika Thailand dan Indonesia bekerja sama dengan sangat erat, ini dapat berkontribusi pada Asean yang lebih kuat dan stabil," tutur Prabowo.

Sementara itu, PM Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama di sektor industri pertahanan. Dia menawarkan penyediaan kendaraan lapis baja amfibi beroda untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di industri pertahanan. Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand," jelas PM Anutin.

PM Anutin turut mengapresiasi peluang yang diberikan Indonesia dalam menggunakan produk pertahanan buatan Thailand.

"Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menggunakan produk kami di negara Indonesia," kata dia.

PM Anutin mengatakan Thailand juga ingin memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Hal ini dilakukan dengan adanya latihan gabungan rutin, pertukaran informasi, hingga kerja sama keamanan maritim dengan TNI.

"Saya sangat senang mengetahui bahwa bapak presiden pernah berlatih bersama pasukan khusus Thailand saat Anda bertugas di pasukan khusus Indonesia. Saya juga gembira bahwa pertemuan komite tingkat tinggi antara dua negara telah berlangsung sukses di Bangkok Februari tahun ini," pungkas PM Anutin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6