Kisah Numan, Keliling Indonesia Demi Bimbing Skripsi Gratis

Kisah inspiratif Numan, seorang pembimbing skripsi yang rela berkeliling Indonesia demi membantu mahasiswa secara gratis.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Uang di tangan Numan kala itu hanya tersisa Rp 38.000. Namun, kondisi tersebut tak membuatnya membatalkan perjalanan menuju Makassar. Baginya, selama masih ada mahasiswa yang membutuhkan pendampingan skripsi, perjalanan itu tetap layak dilanjutkan.

"Aku yang penting berangkat dulu. Aku percaya kalau memang niatnya bantu orang, pasti ada jalannya," cerita Nauman kepada Liputan6.com.

Perjalanan semacam itu bukan hanya sekali ia jalani. Sejak memulai program bimbingan skripsi gratis pada 2025, Numan terus berpindah dari satu kota ke kota lain untuk menemui mahasiswa yang membutuhkan pendampingan. Hingga kini, ia telah mendatangi sedikitnya 26 kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Keputusan itu bermula dari pengalamannya membuka layanan bimbingan skripsi berbayar di Bandung pada 2023. Meski berjalan cukup baik, ia mulai menyadari tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan ekonomi untuk mengikuti bimbingan.

Kegelisahan tersebut membuatnya mengambil keputusan yang mengubah arah perjalanannya. Ia menghentikan sistem berbayar dan memilih memberikan bimbingan secara gratis.

"Enggak semua mahasiswa punya uang. Aku takut nanti ditanya kenapa ilmu yang bisa membantu orang justru harus terus dibayar," ungkap dia.

Keputusan itu kemudian berkembang menjadi perjalanan keliling Indonesia. Nauman mengaku ide tersebut tidak disusun melalui perencanaan panjang. Baginya, selama niat yang dijalankan tidak merugikan orang lain, tidak ada alasan untuk menunda.

"Kalau aku kepikiran sesuatu dan enggak ada kerugian bagi siapa pun, ya kenapa enggak dijalankan aja?," jelas Numan.

Perjalanan pertamanya dimulai sekitar Oktober 2025 menuju Pandeglang dan Serang, Banten. Berbekal dana seadanya, ia mulai mendatangi mahasiswa yang meminta bimbingan secara langsung. Biaya perjalanan hingga kini masih ia penuhi dari bimbingan daring yang dibayar mahasiswa secara sukarela atau seikhlasnya.

Menurut Numan, ia tak pernah menjadikan perjalanan tersebut sebagai ajang berlibur. Bahkan, satu permintaan bimbingan saja sudah cukup menjadi alasan baginya untuk berangkat ke sebuah kota.

"Kalau ada yang mau bimbingan satu orang aja, aku berangkat," cerita dia.

Tak Selalu Mulus

Perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Selain keterbatasan biaya, ia juga harus berpindah dari satu kota ke kota lain dalam waktu yang singkat mengikuti permintaan mahasiswa.

Meski demikian, kondisi tersebut tak pernah membuatnya mengurungkan langkah.Baginya, perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan upaya membuka akses pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Di setiap kota yang disinggahinya, selalu ada cerita baru yang ia temui. Beragam pengalaman itu pula yang kemudian memberinya gambaran tentang perjuangan mahasiswa dari berbagai daerah dalam menyelesaikan skripsi.

Melalui Program Bimbingan Skripsi Gratis Keliling Indonesia, Numan menemukan bahwa kesulitan mahasiswa menyelesaikan skripsi tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kemauan untuk belajar.

"Problem mahasiswa tuh bukan serta merta atau selalu dari anaknya yang malas. Yang pertama itu kurangnya arahan. Terus yang kedua adalah faktor eksternal mereka yang juga banyak sekali," kata dia.

Menurut Numan, banyak mahasiswa menghadapi berbagai kondisi selama kuliah, mulai dari harus bekerja, membantu keluarga, hingga menjalani tanggung jawab lain di luar pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, dia berusaha membantu mahasiswa agar tidak berjalan sendiri dalam proses penyusunan skripsi. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan teknis penelitian, tetapi juga membantu mahasiswa memahami langkah yang harus dilakukan hingga menyelesaikan tugas akhirnya.

 

 

Merasa Terbantu

Salah satu mahasiswa yang merasakan dampak pendampingan tersebut adalah Rizky.

Saat pertama kali mendapatkan bimbingan, ia baru memulai penyusunan skripsi dari Bab 1. Namun, ia masih bingung bagaimana menyusun latar  belakang penelitian yang baik.

"Saya bingung harus melakukan apa untuk menyusun latar belakang yang baik. Karena pada saatu itu saya lumayan struggle ketika penyusunan latar belakang skripsi saya" kata Rizky

Melalui bimbingan Numan, Rizky mendapatkan arahan mulai dari mencari data pendukung, menyusun struktur paragraf, hingga mengolah data penelitian.

Selain membantu secara teknis, Nauman juga mendorong Rizky untuk berani mengambil langkah menuju sidang.

"Yang paling penting adalah dorongan untuk berani mendaftar sidang mulai dari proposal sampai dengan sidang akhir," jelas dia.

Pendampingan tersebut membantu Rizky kembali melanjutkan proses skripsinya hingga akhirnya menyelesaikan perjalanan akademiknya. Ia telah melaksanakan sidang skripsi dan dinyatakan lulus oleh kampusnya.

Jika Rizky membutuhkan arahan untuk memulai langkah pertama, Faiz justru mengalami kebuntuan ketika proses skripsinya sudah berjalan.

Faiz mengaku sempat berhenti mengerjakan skripsi selama kurang lebih tiga bulan karena  bingung menentukan pola penyusunan Bab 4 dan Bab 5. Di tengah kondisi tersebut, ia menemukan konten Nauman melalui TikTok dan berusaha mendapatkan kesempatan untuk bertemu.

"Dari situ mulai buatin tekad biar dapat kesempatan dan dorongan dari Aa Numan," kata Faiz.

Temukan Jalan Keluar

Setelah mendapatkan pendampingan secara langsung, Faiz merasa persoalan yang membuatnya terhenti selama berbulan-bulan mulai menemukan jalan keluar.

Menurutnya, metode bimbingan Nauman yang langsung pada praktik membuat proses penyelesaian skripsi menjadi lebih terarah.

"Apa yang membuat saya stuck selama 3 bulan lebih bisa diselesaikan kurang dari 2 jam bareng Aa Numan," ujarnya

Dalam pendampingan tersebut, Numan membantu Faiz memahami proses uji instrument penelitian, menyusun kerangka pembahasan, hingga menentukan arah penulisan Bab 5. Kini, Faiz tengah menjalani proses yudisium dan berharap dapat mengikuti wisuda tepat waktu.

Bagi Rizky dan Faiz, bimbingan Numan bukan hanya membantu menyelesaikan skripsi, tetapi juga memberikan keyakinan untuk melewati proses akademik yang sebelumnya terasa sulit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6