Cerita Putra Papua Jhosua Lolos IPDN, Momen Dilantik Prabowo Bikin Haru

Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7/2026).

Diterbitkan 29 Juli 2026, 22:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebahagiaan tidak dapat disembunyikan dari wajah Purna Praja asal Papua Barat Daya, Jhosua Faitri Ick, usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto bersama para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 2026. Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda digelar di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7/2026).

Momen bersejarah itu menjadi kenangan istimewa, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga yang selama bertahun-tahun setia mengiringi perjuangannya dengan doa.

Bagi Jhosua, pelantikan langsung Prabowo menjadi pengalaman belum pernah dirasakan angkatan-angkatan sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir.

"Kesan yang kami dapatkan tentunya sangat senang karena sudah beberapa tahun belakangan ini kami, khususnya IPDN, belum pernah dilantik langsung oleh Bapak Presiden," kata Jhosua usai mengikuti Pelantikan Pamong Praja Muda.

Dia mengatakan salah satu pesan Prabowo paling membekas adalah pentingnya mengabdi kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan siapa pun.

"Pesan yang saya ingat dari Bapak Presiden tadi yaitu kita sebagai lulusan pamong praja harus melayani masyarakat tanpa memandang bulu, melayani dengan tulus dan sepenuh hati demi kemajuan bangsa," ujar dia.

Jhosua pun menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Prabowo yang dinilainya menjadi penghormatan besar bagi seluruh lulusan IPDN Angkatan 2026.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia karena telah melantik kami. Itu merupakan kesan terbaik bagi angkatan kami," tuturnya.

Dia berharap ilmu yang diperoleh dan pengabdian yang akan dijalankannya dapat menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Dapat membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Itulah harapan yang tentunya bangsa Indonesia inginkan bersama," ucapnya.

 

Orang Tua Ceritakan Perjuangan Anaknya Lolos IPDN

Di balik keberhasilan Jhosua, tersimpan kisah panjang perjuangan yang dikenang sang ayah, Martinus Ick. Ia menceritakan bagaimana putranya harus melewati seleksi yang sangat ketat saat masih mewakili Provinsi Papua Barat, sebelum terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut Martinus, saat itu Jhosua berhasil menjadi salah satu dari 48 peserta yang lolos dari Papua Barat. Secara nasional, puluhan ribu peserta mengikuti seleksi masuk IPDN sehingga persaingan berlangsung sangat kompetitif.

"Puji Tuhan, kami bersyukur karena semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Masuk kuliah di IPDN tidak semudah yang dibayangkan. Persaingannya sangat ketat," ucap Martinus.

Selama empat tahun menjalani pendidikan, keluarga hanya bisa mengiringi dari kejauhan. Meski tidak menyaksikan langsung setiap proses yang dijalani, mereka meyakini pendidikan di IPDN penuh tantangan dan tempaan disiplin.

"Hari ini kami bersyukur kepada Tuhan. Proses pendidikan selama empat tahun cukup berat. Kami tidak melihat secara langsung, tetapi kami mengimani bahwa perjalanannya memang cukup berat," jelas dia.

Rasa syukur keluarga semakin lengkap karena pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Hal ini menjadi sesuatu yang menurut Martinus menjadi kehormatan luar biasa bagi para lulusan maupun orang tua.

"Menurut pandangan kami, pada tahun-tahun sebelumnya yang melantik biasanya Bapak Menteri atau perwakilan. Namun hari ini Presiden datang langsung melantik anak kami bersama teman-temannya. Itu merupakan penghormatan yang sangat luar biasa bagi kami sebagai orang tua, terlebih bagi anak-anak yang hari ini resmi dilantik oleh Bapak Presiden. Kami bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Bapak Presiden," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6