Haru Pelantikan Pamong Praja Muda, Menangis di Pelukan Orang Tua

Momen emosional itu terjadi setelah prosesi pelantikan berakhir.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 14:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pamong Praja Muda IPDN dilantik, momen haru bertemu keluarga.
  • Orang tua bangga atas prestasi anak, terutama lulusan terbaik.
  • Harapan agar lulusan berkontribusi dan melanjutkan pendidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7/2026). Sejumlah Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII menangis usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Momen emosional itu terjadi setelah prosesi pelantikan berakhir. Orang tua dipersilakan mencari anak mereka yang masih berdiri rapi di lapangan. Para pamong praja muda tetap berada di tempat hingga ditemukan oleh keluarga masing-masing.

Begitu bertemu, tangis haru pun pecah. Sejumlah pamong praja muda memeluk orang tua dan anggota keluarga yang datang, sebagian di antaranya membawa buket bunga.

Suasana serupa juga terlihat dari para orang tua yang tak mampu membendung air mata saat memeluk anak-anak mereka. Tangisan itu menjadi ungkapan rasa bangga setelah perjuangan panjang sang anak menuntaskan pendidikan di IPDN.

Salah satunya dirasakan Winoto Hadi, ayah dari Aji Bayu Ramadhan, salah satu lulusan terbaik. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian putranya yang diraih di tengah berbagai keterbatasan.

"Kami orang tua dari Aji Bayu Ramadhan merasa bangga karena ini mencapai prestasi tertinggi dengan segala macam keterbatasan yang kami punya, bisa mengantar anak kami untuk sampai di titik ini," kata Winoto.

Menurut Winoto, Aji telah dibiasakan hidup disiplin sejak kecil serta aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan perlombaan.

"Aji ini kita didik disiplin, disiplin waktu terutama itu dari itu. Ya, Aji ini dari kecil memang suka berorganisasi, suka mengikuti lomba-lomba yang menurut dia memang dia sukanya itu semua itu masuk dari pramuka, olahraga," tuturnya.

Ia berharap putranya dapat terus mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"Semoga nanti Aji bisa mencapai cita-citanya, karena dia pengin kuliah ke luar negeri untuk memperdalam ilmunya. Semoga nanti akan diberikan kemudahan untuk mencapai apa yang diinginkan," ucap sang ayah.

 

Kebanggaan Buruh Tani

Kebanggaan serupa dirasakan Wartoyo dan Siti Sofiyah, orang tua Mohamad Toriq Anwar yang masuk dalam jajaran 10 besar lulusan terbaik. Pasangan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu berharap putranya dapat mengabdikan diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi Tanah Air.

"Tentunya saya sangat bangga sekali anakku bisa masuk sepuluh besar, yang merupakan kenikmatan yang luar biasa. Ya mudah-mudahan ke depannya akan lebih baik lagi. Minta pada Bapak Presiden mudah-mudahan anak saya bisa dibimbing untuk ke jalan yang sebenar-benarnya, untuk melantik kepada negara," tutur dia.

Rasa haru juga dirasakan Abu Muhammad dan Yuliastin, orang tua Siti Ifadoh. Keduanya mengaku tidak pernah menyangka putri mereka mampu menjadi salah satu lulusan pamong praja muda terbaik.

"Haru, bangga semua jadi satu. Tidak menyangka," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6