Sosok Aji Bayu, Anak Buruh Bangunan NTT Lulusan Terbaik IPDN

Dia meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84 dan mengungguli 1.203 lulusan lainnya yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 12:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Aji Bayu Ramadhan, putra buruh, lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII dengan IPK 3,84.
  • Prestasi ini membuktikan keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih kesuksesan.
  • Aji bertekad tingkatkan pelayanan publik dengan teknologi dan ajak generasi muda 3T.

Liputan6.com, Jakarta - Aji Bayu Ramadhan, putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. Dia meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84 dan mengungguli 1.203 lulusan lainnya yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda.

Prestasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Jumat (24/7/2026).

Usai pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026), Aji mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi.

"Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan," katanya.

Aji merupakan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, yang mendaftar melalui Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dia merupakan putra pasangan Winoto Hadi, seorang buruh bangunan, dan Wahyuniarti yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Tak Lupa Asal Usul

Selama menempuh pendidikan di IPDN, Aji mengaku selalu memegang pesan orang tuanya untuk tetap rendah hati dan tidak melupakan asal-usulnya.

"Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.

Menurut Aji, kondisi ekonomi keluarga justru menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan selama menjalani pendidikan di IPDN.

Setelah resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda, Aji bertekad memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dia mengaku telah mengembangkan tiga sistem yang dirancang untuk membantu pemerintah mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

"Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat," katanya, dikutip dari Antara.

Aji juga mengajak generasi muda, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar tidak minder mengejar cita-cita. Menurutnya, kerja keras, doa orang tua, dan semangat belajar menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6