Mendagri Sindir Tenaga Honorer Bawaan Timses Kepala Daerah: Masuk Jam 8, Pulang Jam 10

Pemerintah akan melarang kepala daerah merekrut tenaga honorer baru atau moratorium tenaga honorer. Tujuannya agar tak lagi nenambah beban APBD.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendagri soroti tenaga honorer "titipan" tidak kompeten yang membebani APBD.
  • Banyak honorer administrasi tidak kapabel, datang terlambat, dan pulang cepat.
  • Pemerintah akan moratorium rekrutmen honorer baru untuk kurangi beban APBD.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyoroti banyaknya tenaga honorer “titipan” atau bawaan tim sukses kepala daerah terpilih. 

Tito tidak mempersoalkan jika tenaga honorer yang diberdayakan adalah tenaga kompeten seperti guru dan tenaga kesehatan. Namun yang terjadi, kebanyakan yang direkrut tidak berkompeten bahkan baru datang jam 8 dan pulang jam 10. 

“Kalau untuk yang tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas. Yang mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses, dimasukkan di sana, datang jam 8 pulang jam 10. Jadi beban (APBD),” kata Tito dalam rapat Komisi II DPR, Senin (8/6/2026). 

Ke depannya, pemerintah akan melarang kepala daerah merekrut tenaga honorer baru atau moratorium tenaga honorer. Tujuannya agar tak lagi nenambah beban APBD.

“Opsinya adalah mengurangi pegawai atau menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium. Ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah, harus tegas tidak ada tenaga honorer baru,” kata Tito. 

Tito menyoroti jumlah tenaga non-ASN menumpuk dan belakangan memunculkan tuntutan agar mereka diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) atau aparatur sipil negara (ASN). Sehingga menambah besar beban APBD.

“Tolong jangan ada lagi penambahan honorer karena akan menjadi beban biaya belanja pegawai dan menjadi beban kepala daerah berikutnya, bom waktu,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6