Sukses

Lift Monas Macet, Pengunjung Terjebak

Liputan6.com, Jakarta: Lift Tugu Monumen Nasional, Jakarta Pusat, macet, Ahad (2/5) sekitar pukul 14.45 WIB. Akibatnya, sekitar 100 pengunjung di puncak Monas sempat tertahan. Awalnya, para pengunjung di puncak tugu tak mengetahui lift rusak. Setelah menunggu beberapa jam, mereka baru menyadari alat angkut vertikal itu tidak berfungsi. Para pengunjung kemudian memutuskan turun lewat tangga darurat. Namun, karena tingginya bangunan dan tangga cukup curam, sebagian pengunjung kelelahan, bahkan ada yang pingsan.

Menurut Pengawas Umum Monas Achmad Yopi, lift rusak saat hendak mengangkut pengunjung dari lantai dasar. Lift rusak karena pengunjung berebutan masuk sehingga pintu lift tak bisa ditutup. Monas memang banyak dikunjungi wisatawan pada hari libur seperti hari ini. Untung saja, tidak ada pengunjung yang terjebak di dalam lift.

Menuruni tugu setinggi 137 meter bukan saja melelahkan. Kondisi tangga yang tidak layak juga menambah kesengsaraan. Selain terlalu curam, tangga di dalam batang tugu itu juga tak dilengkapi penerangan yang cukup. Akibatnya, para pengunjung harus menuruni tangga dengan ekstra hati-hati. Bangunan yang dibangun pada era Orde Lama itu juga nyaris tanpa ventilasi dan alat komunikasi. "Kami sangat menyayangkan, obyek wisata yang begitu mewah tak dilengkapi alat komunikasi," kata Amir, salah satu pengunjung yang terjebak.

Amir berkunjung ke Monas bersama dua anaknya, Murti dan Jati. Mereka bersama pengunjung lain masuk lift sekitar pukul 14.00 WIB. Merekalah yang terakhir naik. Di atas menara, menurut Amir, terdapat puluhan orang. Setengah jam kemudian, pengunjung mulai panik. Sedangkan pintu tangga darurat terkunci. "Sebagian pengunjung mencoba membuka dengan kunci pintu rumah," kata Amir.

Sejumlah pengunjung mulai menghubungi keluarga lewat telepon genggam. Sialnya, sinyal di menara lemah, sehingga kontak sering terputus. Akhirnya tangga darurat bisa digunakan setelah petugas dari bawah membukakan pintu. Karena keadaan gelap, tak sedikit pengunjung yang berteriak panik, terutama anak-anak. "Ada yang nangis," tutur Murti.

Setelah kejadian yang dialami hari ini, Amir mengaku kapok mendatangi Monas. Namun, karena sarat nilai sejarah, Amir tetap akan mengajak anak-anaknya mengunjungi Monas lagi. "Secara pribadi saya kapok. Tapi di situ ada nilai-nilai sejarah," ujar Amir. Hal senada juga diungkapkan Murti. Dia tak kapok ke Monas untuk lebih menghayati sejarah.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya lift Monas pernah macet pada 8 Juli 2002, dan 23 Maret silam. Monas dibangun atas prakarsa Presiden Sukarno pada 1960. Secara fisik, monas selesai tujuh tahun kemudian dengan menghabiskan dana Rp 7 miliar. Bangunan resmi dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975 oleh Gubernur DKI saat itu, Ali Sadikin. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam, dan lapangan terbuka.

Di puncak tugu terdapat cawan yang menopang obor perunggu seberat 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kilogram. Di dalam bangunan terdapat museum dan aula tempat bermeditasi. Tahun silam, Gubernur Jakarta Sutiyoso memagari areal monas dan melepas puluhan ekor rusa di lapangan terbuka. Namun, langkah itu sempat diprotes sebagian kalangan karena dianggap mengabaikan kepentingan umum [baca: Pagar Manusia Menentang Pagar Monas.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
    Loading