Liputan6.com, Jakarta - Sering merasa lelah karena selalu mengalah? Berikut tips mengenali orang egois agar Anda bisa menjaga diri dan hubungan. Sikap egois kadang sulit disadari karena muncul halus dalam percakapan, keputusan, hingga cara menghargai orang lain.
Menurut YourTango, perilaku egois sering muncul tanpa disadari pelakunya, misalnya minim empati saat konflik dan sulit menerima sudut pandang lain. Pola kecil yang berulang inilah yang perlu Anda cermati sejak awal.
Menurut psikolog klinis Aime Daramus, PsyD, yang dikutip Verywell Mind, sifat egois mirip hambatan, yaitu kesulitan peduli pada orang lain. Dari sini, mari kita lihat ciri-cirinya satu per satu dalam daftar berikut agar mudah Anda kenali, Liputan6.com, Minggu (18/10/2026).
Advertisement
1. Selalu Mendominasi Pembicaraan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579482/original/017734300_1778053242-Kesulitan_Berkompromi_dan_Memaksakan_Kehendak.jpg)
Orang egois cenderung menguasai obrolan. Verywell Mind menyebut bahwa orang egois biasanya paling banyak bicara dalam percakapan maupun rapat. Mereka jarang bertanya balik tentang kabar atau perasaan Anda. Ketika Anda mulai bercerita, topik cepat dialihkan kembali ke diri mereka.
Cobalah amati satu pertemuan saja: siapa yang lebih banyak bicara, dan apakah Anda diberi ruang untuk menyelesaikan cerita? Jika pola ini terjadi hampir setiap kali bertemu, Anda perlu waspada. Tentu semua orang pernah antusias bercerita, tetapi pada orang egois, dominasi ini terjadi terus-menerus dan terasa satu arah.
2. Minim Empati Saat Terjadi Konflik
Saat berselisih paham, orang egois sulit menempatkan diri di posisi Anda. YourTango menjelaskan bahwa mereka cenderung kurang berempati ketika konflik, lebih fokus pada bagaimana dirinya dirugikan daripada memikirkan perasaan lawan bicara.
Akibatnya, masalah tidak pernah benar-benar selesai. Anda merasa tidak dipahami, sementara mereka merasa paling menjadi korban. Perhatikan juga apakah mereka pernah menanyakan bagaimana perasaan Anda setelah pertengkaran. Jika tidak, hubungan itu perlu Anda evaluasi lebih lanjut agar tidak terus menguras emosi.
Advertisement
3. Sulit Menerima Sudut Pandang Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300285/original/041842200_1784345045-pexels-timur-weber-8560383.jpg)
Ciri lain yang disoroti YourTango adalah kesulitan mengakui perspektif orang lain. Dalam praktiknya, setiap pendapat yang berbeda dianggap salah atau menyerang. Misalnya, Anda menjelaskan alasan menolak ajakan, tetapi mereka tetap menilai Anda tidak peduli.
Orang seperti ini jarang berkata, "Oh, saya baru paham maksud kamu." Diskusi pun terasa seperti perdebatan yang harus dimenangkan, bukan percakapan untuk saling memahami. Dalam jangka panjang, Anda akan lebih memilih diam daripada berbeda pendapat dengan mereka.
4. Tidak Menghargai Waktu Orang Lain
Terlambat tanpa kabar, membatalkan janji di menit terakhir, atau meminta bantuan di waktu yang tidak tepat adalah contoh umum. YourTango juga menyebut bahwa orang yang egois sering kurang mempertimbangkan waktu orang lain. Bagi mereka, jadwal sendiri selalu lebih penting.
Anda dituntut fleksibel, tetapi mereka jarang melakukan hal yang sama. Jika Anda yang terlambat sedikit saja, mereka cepat mengeluh. Ketidakseimbangan inilah yang membuat Anda merasa tidak dihargai meski hubungan tampak baik-baik saja.
5. Ingin Semuanya Berjalan dengan Caranya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1691144/original/054588300_1503650669-eli-defaria-124789.jpg)
Orang egois sulit berkompromi. Verywell Mind mencatat bahwa mereka sering ingin segala sesuatu dikerjakan dengan cara sendiri, yang menandakan kesulitan untuk berkompromi. Mulai dari memilih tempat makan hingga membagi tugas kelompok, keputusan akhir hampir selalu mengikuti kemauan mereka.
Bila Anda mengusulkan jalan tengah, mereka menolak, merajuk, atau membuat Anda merasa bersalah. Lama-kelamaan Anda terbiasa mengalah demi menghindari keributan, padahal kebutuhan Anda ikut terabaikan.
6. Sulit Mengakui Kesalahan
Saat terjadi masalah, orang egois jarang berkata "maaf, ini salah saya". Daramus mengatakan bahwa orang egois mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah berbuat salah. Ada yang memang tidak sadar, ada pula yang enggan mengakuinya. Mereka mencari alasan, menyalahkan keadaan, atau melempar kesalahan kepada Anda.
Permintaan maaf yang tulus berarti mengakui dampak perbuatan pada orang lain. Jika yang Anda terima hanya pembelaan diri setiap kali ada masalah, itu tanda bahwa tanggung jawab tidak pernah dibagi secara adil.
Advertisement
7. Suka Meremehkan Perasaan Anda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579486/original/060830400_1778053242-Sulit_Mengakui_Kesalahan_dan_Meminta_Maaf.jpg)
Kalimat seperti "kamu terlalu sensitif" atau "jangan mengatur saya" bisa jadi tanda bahaya. YourTango mengulas bahwa ungkapan seperti "kamu terlalu emosional" dapat menjadi bentuk gaslighting, yaitu membuat Anda meragukan perasaan sendiri.
Saat Anda mengungkapkan kebutuhan paling dasar, mereka menganggapnya berlebihan. Anda pun mulai bertanya-tanya, apakah benar saya yang bermasalah? Padahal, perasaan Anda layak didengar. Bila Anda sering merasa bersalah setelah menyampaikan keberatan, perhatikan apakah mereka memang pernah memberi ruang bagi perasaan Anda.
8. Lebih Banyak Menerima daripada Memberi
Tanda terakhir terlihat pada keseimbangan hubungan. Verywell Mind menjelaskan bahwa orang egois lebih fokus menerima sesuatu dari hubungan daripada memberi. Mereka menghubungi Anda saat butuh bantuan, tetapi sulit ditemui ketika Anda yang membutuhkan.
Cobalah hitung kapan terakhir kali mereka menawarkan bantuan tanpa diminta. Jika jarang sekali, Anda mungkin hanya dimanfaatkan. Mulailah menetapkan batasan yang jelas, berbicara terus terang, dan nilai apakah mereka mau berubah. Itulah langkah awal menjaga diri tanpa harus memusuhi siapa pun.
Pertanyaan Seputar Tips Mengenali Orang Egois
Apa tanda paling mudah untuk mengenali orang egois?
Perhatikan keseimbangan dalam percakapan dan hubungan. Jika seseorang selalu mendominasi obrolan, jarang menanyakan perasaan Anda, dan lebih sering meminta daripada memberi, itu tanda awal yang kuat.
Apakah orang egois sadar bahwa dirinya egois?
Tidak selalu. Menurut Verywell Mind, orang egois bisa saja tidak menyadari bahwa mereka telah berbuat salah. Karena itu, percakapan yang tenang dan spesifik biasanya lebih efektif daripada tuduhan umum.
Apakah egois sama dengan narsisis?
Tidak selalu sama. Sifat egois bisa muncul pada siapa saja pada situasi tertentu, sedangkan narsisme adalah pola kepribadian yang lebih kompleks dan hanya bisa dinilai oleh profesional kesehatan mental.
Bagaimana cara menghadapi orang egois tanpa bertengkar?
Sampaikan keberatan dengan tenang memakai kalimat "saya merasa...", tetapkan batasan yang konsisten, dan jangan selalu mengalah. Jika perilakunya tidak berubah dan mulai mengganggu kesehatan emosional Anda, pertimbangkan untuk mengurangi intensitas hubungan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375340/original/043230400_1792140162-Screenshot_2026-10-16_151345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376138/original/014597700_1792309367-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367355/original/085338000_1791344936-Gemini_Generated_Image_kphxrmkphxrmkphx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2933404/original/089926100_1570519752-bench-couple-dating-450050.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3973263/original/092730600_1648089120-pexels-artem-podrez-4492135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373440/original/061684200_1791965641-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358139/original/081198800_1790324442-01M3B1F0W2RWC9XWT03ANPDDAN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375646/original/021544300_1792202998-d39bfd5a-64ba-430c-bd1a-7bd911df8620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365617/original/042955600_1791187258-01M45DMPJ8VXV3PRP9N1AFM78Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910730/original/083515700_1642751767-jon-tyson-rbz1hVh7_LM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372376/original/079614000_1791878107-2149893752.jpg)