TNI Dilibatkan Pada Pembekalan LPDP, Sekjen PKB: Supaya Mahasiswa Cinta NKRI

Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menilai, rencana LPDP melibatkan TNI dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan penerima beasiswa bukan hal yang dipersoalkan.

Diterbitkan 04 Mei 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sekjen PKB dukung pelibatan TNI di LPDP untuk patriotisme penerima beasiswa.
  • Hasanuddin Wahid anggap anggaran pembekalan TNI tidak signifikan dan sesuai aturan.
  • Wakil Ketua Komisi X DPR ingatkan kehati-hatian agar tidak geser tujuan utama LPDP.

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PKB atau Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Hasanuddin Wahid menilai, rencana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melibatkan TNI dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan penerima beasiswa bukan hal yang dipersoalkan.

Anggota Komisi XI DPR itu menilai, penerima LPDP memang perlu dilatih patriotisme.

"Saya sepakat cinta tanah air, patriotisme, nanti kalau dia jadi mahasiswa di luar negeri tetap membawa nilai-nilai patriotisme, cinta NKRI dalam kehidupan mereka sehari-hari di luar negeri," kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/5/2026).

"Kalau melibatkan TNI sepanjang itu tidak melanggar aturan dan itu fungsi, menurut saya sih itu aman-aman saja," sambung dia.

Terkait anggaran yang digunakan untuk pembekalan oleh TNI, Hasanuddin menilai hal itu bukan masalah sebab anggaran untuk pembekalan hanya sedikit.

"Enggak akan banyak mengambil anggaran kalau hanya untuk pembekalan, itu kan nggak begitu banyak," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian mengingatkan agar pelibatan TNI harus sangat hati-hati.

"Secara substansi, rencana pelibatan TNI dalam program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan perlu dilihat sangat hati-hati," kata Lalu.

 

Instrumen Dana Pendidikan

Lalu menyebutkan, LPDP pada dasarnya adalah instrumen pendanaan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM sipil melalui beasiswa, riset, dan pengembangan keilmuan.

"Kalau pelibatan TNI dimaksudkan dalam konteks penguatan kapasitas tertentu, misalnya disiplin, kepemimpinan, atau dukungan pada bidang strategis seperti pertahanan, itu masih bisa dipahami sepanjang proporsinya jelas dan tidak menggeser tujuan utama LPDP sebagai pengelola dana pendidikan. Namun dari sisi fungsi, perlu dijaga agar tidak terjadi tumpang tindih peran," ucap dia.

Politikus PKB itu meminta agar LPDP menjaga prinsip agar kebjikannya tetap profesional dan inklusif.

"Prinsip yang tetap dijaga adalah agar kebijakan pendidikan tetap berorientasi pada profesionalisme, inklusivitas, dan sesuai dengan fungsi masing-masing lembaga," pungkas Lalu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6