Liputan6.com, Jakarta - Seleksi Bakat Skolastik merupakan tahapan krusial dalam proses penerimaan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan analitis dan potensi intelektual calon penerima beasiswa, memastikan mereka memiliki kapasitas memadai untuk studi lanjutan. Pentingnya Seleksi Bakat Skolastik tidak dapat diabaikan, karena menjadi penentu kelayakan kandidat ke tahap berikutnya.
Bagi para pejuang beasiswa LPDP, memahami seluk-beluk Seleksi Bakat Skolastik adalah langkah awal yang esensial. Tes ini tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang fundamental. Dengan persiapan matang, peserta dapat meningkatkan peluang mereka untuk berhasil melewati tahapan ini.
Pengumuman hasil Seleksi Bakat Skolastik (SBS) LPDP Tahap 1 Tahun 2026 dijadwalkan pada 14 Mei 2026. Peserta diimbau untuk memantau akun resmi LPDP guna mengetahui hasil dan pembaruan jadwal terkait Seleksi Bakat Skolastik.
Advertisement
Jadwal Penting Seleksi Bakat Skolastik LPDP Tahap 1 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4970301/original/040099500_1729050365-WhatsApp_Image_2024-10-16_at_10.17.46_e92f169d.jpg)
Bagi para calon penerima beasiswa, mencermati jadwal Seleksi Bakat Skolastik LPDP Tahap 1 Tahun 2026 adalah hal yang sangat penting. Perubahan jadwal seringkali terjadi, sehingga peserta harus selalu waspada dan memantau informasi terbaru dari sumber resmi.
- Pelaksanaan Seleksi Bakat Skolastik: 2 – 9 Mei 2026. (Perlu dicatat bahwa beberapa sumber lain menunjukkan jadwal pelaksanaan Seleksi Bakat Skolastik pada 15 – 28 April 2026).
- Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 14 Mei 2026. (Beberapa sumber sebelumnya mencantumkan 30 April 2026 sebagai tanggal pengumuman, namun telah berubah menjadi 14 Mei 2026).
- Seleksi Substansi (Non-LoA): 18 Mei – 12 Juni 2026. (Jadwal ini merupakan perubahan dari tanggal sebelumnya 4 Mei – 12 Juni 2026).
- Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 22 Juni 2026.
Advertisement
Apa Itu Tes Bakat Skolastik LPDP?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992957/original/070144800_1730881582-Screenshot_2024-11-06_152438.jpg)
Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP adalah serangkaian evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dan intelegensi para pelamar. Ujian ini berfungsi untuk mengidentifikasi minat serta bakat individu, membantu penyeleksi dalam menilai keselarasan antara bidang studi pilihan pelamar dengan potensi yang dimilikinya. Selain itu, tes ini juga mengevaluasi kesiapan peserta dalam menghadapi pengalaman akademik dan lingkungan baru.
TBS LPDP merupakan penilaian standar yang bertujuan mengukur kecakapan akademik dan kapasitas intelektual calon penerima beasiswa. Tes ini tidak berfokus pada pengetahuan yang didapatkan dari proses pembelajaran sebelumnya, melainkan pada bakat dasar yang dimiliki pelamar. Kemampuan berpikir kritis, kecakapan analitis, dan keahlian memecahkan masalah akan dinilai untuk mengukur kelayakan dan potensi keberhasilan calon mahasiswa selama menempuh studi pascasarjana.
Pendaftar beasiswa LPDP yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) unconditional dari perguruan tinggi tujuan tidak diwajibkan untuk mengikuti tes ini. LoA unconditional adalah surat resmi dari institusi pendidikan tinggi yang menegaskan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa tanpa adanya syarat tambahan yang harus dipenuhi.
Materi Ujian dalam Seleksi Bakat Skolastik LPDP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575191/original/008062600_1778040251-front-view-man-correcting-grammar-mistakes.jpg)
Materi yang diujikan dalam Tes Bakat Skolastik LPDP mencakup tiga aspek utama yang dirancang untuk menguji kemampuan kognitif dasar pelamar secara komprehensif. Aspek-aspek ini penting untuk menilai potensi akademik dan kesiapan peserta dalam menghadapi studi lanjutan. Pemahaman mendalam terhadap setiap bagian ujian akan sangat membantu dalam persiapan.
- Kemampuan Verbal menguji kapasitas peserta dalam memahami, menganalisis, dan menalar isi teks. Soal-soal yang umum diujikan meliputi sinonim, antonim, analogi, serta pemahaman bacaan yang kompleks. Bagian ini bertujuan menilai penguasaan peserta terhadap kata dan bahasa, termasuk penggunaan bahasa yang efektif dan sesuai kaidah.
- Kemampuan Kuantitatif atau penalaran numerik, bertujuan mengukur kapasitas penalaran angka dan penyelesaian masalah matematika. Konsep soal yang disediakan mencakup aritmetika, aljabar, geometri, deret angka, statistik sederhana, dan analisis data. Soal-soal ini menguji kemampuan memahami konsep matematis, memecahkan masalah aritmatika, serta membuat deduksi dan inferensi numerik secara akurat.
- Kemampuan Pemecahan Masalah mengevaluasi kemampuan peserta dalam mengidentifikasi solusi dari informasi yang diberikan. Peserta akan diminta untuk menyusun argumen secara logis dan analitis berdasarkan premis-premis yang disajikan. Bagian ini menilai ketepatan dan efisiensi peserta dalam menyelesaikan masalah kompleks dengan pendekatan yang terstruktur dan sistematis.
Advertisement
Struktur dan Alokasi Waktu Tes Bakat Skolastik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5107574/original/039661100_1737687739-1737686540796_tips-mengerjakan-soal-skd.jpg)
Tes Bakat Skolastik LPDP dirancang dengan struktur yang terbagi menjadi tiga area utama, mencakup total 60 soal yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Pengelolaan waktu yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi ujian ini. Setiap bagian memiliki porsi soal dan durasi pengerjaan yang spesifik.
Bagian Penalaran Verbal terdiri dari 23 soal dengan alokasi waktu pengerjaan selama 30 menit. Ini menguji kecepatan dan ketepatan peserta dalam memahami informasi tekstual.
Selanjutnya, Penalaran Kuantitatif mencakup 25 soal yang berfokus pada matematika dan numerik, dengan durasi pengerjaan selama 40 menit. Bagian ini memerlukan konsentrasi tinggi dan kemampuan perhitungan yang baik.
Terakhir, Pemecahan Masalah meliputi 12 soal yang dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan isu-isu kompleks, dengan batas waktu pengerjaan 20 menit. Total alokasi waktu untuk keseluruhan tes adalah 90 menit, sehingga strategi pengerjaan sangat vital.
Skoring dan Batas Kelulusan Seleksi Bakat Skolastik
Dalam Seleksi Bakat Skolastik LPDP, terdapat batas skor rata-rata yang menentukan kelulusan peserta untuk melaju ke tahap seleksi berikutnya. Skor maksimal yang bisa diraih dalam Tes Bakat Skolastik adalah 300 poin. Pemahaman mengenai sistem skoring ini penting bagi para peserta.
Pihak LPDP tidak pernah merilis passing grade secara resmi dan mutlak untuk tes ini. Batas kelulusan cenderung bergantung pada distribusi nilai yang diperoleh oleh seluruh pendaftar serta kuota beasiswa yang tersedia pada periode tersebut. Oleh karena itu, passing grade bersifat dinamis dan dapat berubah setiap tahunnya.
Namun, berdasarkan informasi yang beredar dari berbagai sumber, passing grade dapat bervariasi tergantung pada jenis beasiswa yang dilamar. Sebagai contoh, untuk Beasiswa Reguler dan Prioritas, batas minimal yang sering disebut adalah 125. Sementara itu, Beasiswa Targeted seperti PNS/TNI/Polri diperkirakan memiliki minimal 100, dan Beasiswa Targeted Kewirausahaan sekitar 95.
Untuk Beasiswa Afirmasi, seperti yang ditujukan bagi daerah 3T atau prasejahtera, batas minimalnya bisa lebih rendah, yakni di atas 70. Penting untuk diingat bahwa angka-angka ini hanyalah indikasi dan tidak bersifat final, mengingat kebijakan LPDP yang tidak mengumumkan passing grade secara pasti.
Advertisement
Panduan Mengecek Hasil Seleksi Bakat Skolastik LPDP
Setelah melewati tahapan ujian yang menegangkan, saatnya bagi peserta untuk mengetahui hasil Seleksi Bakat Skolastik mereka. Proses pengecekan hasil dapat dilakukan secara mandiri melalui akun pribadi di laman resmi LPDP. Pastikan koneksi internet stabil saat mengakses situs.
- Buka situs resmi LPDP: Kunjungi laman beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.
- Login ke akun peserta: Masukkan alamat email dan kata sandi yang telah terdaftar saat pendaftaran.
- Cek hasil seleksi: Setelah berhasil masuk, hasil seleksi akan muncul pada dashboard akun peserta.
Penting bagi peserta untuk selalu memantau kanal informasi resmi LPDP untuk pembaruan jadwal atau informasi penting lainnya.
QnA: Seleksi Bakat Skolastik (SBS)
1. Apa itu Seleksi Bakat Skolastik (SBS)?
Seleksi Bakat Skolastik (SBS) adalah jenis tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif dasar seseorang, seperti logika, penalaran, pemahaman verbal, dan numerik. Tes ini tidak berfokus pada hafalan materi pelajaran, melainkan pada kemampuan berpikir dan memecahkan masalah secara umum.
2. Apa saja materi yang diujikan dalam SBS?
Materi dalam SBS biasanya meliputi beberapa bagian utama seperti kemampuan verbal (memahami teks dan kosakata), kemampuan numerik (perhitungan dan logika angka), serta penalaran logis atau analitis. Beberapa tes juga menambahkan soal pola gambar atau penalaran abstrak.
3. Apa tujuan diadakannya Seleksi Bakat Skolastik?
Tujuan SBS adalah untuk menilai potensi akademik seseorang secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan nilai rapor atau hasil belajar. Tes ini sering digunakan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, beasiswa, atau rekrutmen kerja karena dianggap lebih objektif dalam mengukur kemampuan berpikir.
4. Bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi SBS?
Persiapan SBS bisa dilakukan dengan rutin berlatih soal-soal logika, numerik, dan verbal. Selain itu, penting juga untuk melatih kecepatan dan ketelitian dalam menjawab soal. Membiasakan diri membaca dan memahami berbagai jenis teks juga dapat membantu meningkatkan kemampuan verbal.
5. Apakah SBS bisa dipelajari atau hanya mengandalkan bakat?
Meskipun disebut “bakat skolastik”, kemampuan yang diuji dalam SBS tetap bisa dilatih. Dengan latihan yang konsisten dan memahami pola soal, seseorang dapat meningkatkan performanya secara signifikan. Jadi, bukan hanya bakat alami, tetapi juga usaha yang menentukan hasil akhir.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3522672/original/017054600_1627378070-LPDP_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308870/original/058995500_1785206906-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__09_45_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297480/original/092774900_1784094303-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-15_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8978729/original/025521000_1782985072-LPDP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672442/original/048549000_1782711981-154843.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264289/original/062986100_1782105289-pang-yuhao-_kd5cxwZOK4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4970301/original/040099500_1729050365-WhatsApp_Image_2024-10-16_at_10.17.46_e92f169d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163629/original/058837200_1742024202-25f9fce3-01a2-4995-8015-ee20285dd90a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573425/original/054546000_1777898649-Banner_Infografis_TNI_LPDP_H.jpg)