KSP Dudung Pastikan Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Ditangani dengan Cepat

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman ingin memastikan korban kecelakaan krl mendapat pelayanan medis terbaik.

Diterbitkan 29 April 2026, 12:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menjenguk para korban kecelakaan kereta di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026) pagi. Dudung ingin memastikan korban mendapat pelayanan medis terbaik.

"Bagaimana pelayanan kesehatannya, tadi saya lihat cepat tindakannya dari rumah sakit ini," kata Dudung usai menjenguk para korban.  

"Dan kemudian memastikan bagaimana sistem rehabilitasi dan pasca dari korban ini. Bagaimana pengobatannya," sambungnya. 

Dudung juga memastikan adanya santunan kepada para korban. Baik dari BPJS Kesehatan, PT KAI, dan juga Jasa Raharja Putera.

"Kemudian, kami pun mengecek bagaimana, komunikasi antara kementerian/lembaga yang terkait, menangani korban ini," jelas Dudung. 

Mantan KSAD ini menilai perlunya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait tindak lanjut perbaikan infrastruktur pascakecelakaan. Sehingga bisa segera dijalankan.

"Terutama masalah perkeretaapian, baik dari pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk dari kementerian yang terkait, termasuk, PT KAI," jelas dia.

Disinggung adanya informasi mengenai organisasi masyarakat (ormas) yang dilaporkan menguasai lintasan kereta sebidang, Dudung mengatakan, sampai saat ini info itu masih perlu diperiksa. 

Pemerintah akan melakukan pengecakan secara menyeluruh terlebih dahulu untuk mengambil tindakan terkait penguasaan perlintasan sebidang oleh ormas. 

"Sehingga kalau misalnya ada muncul hal-hal seperti itu, tentunya kita akan komunikasikan dengan pihak PT KAI, soal masalah keamanan dan sebagainya," tutupnya.

16 Orang Meninggal Dunia

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta KRL commuter line yang terhantam KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), bertambah. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi, jumlah korban meninggal dunia menjadi 16 orang. 

Hal itu dibenarkan Vice President (VP) Corporate Secretary Karina Amanda. Korban meninggal dunia pada hari ini, Rabu (29/4/2026).

“Betul, kami turut berduka dan berbelasungkawa bahwa penumpang atas nama Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi,” ungkap Karina kepada Liputan6.com.

Korban atas nama Mia Citra berusia 25 tahun. Dia sempat menjalani perawatan di RSUD Bekasi.

Polda Metro Jaya membenarkan satu orang korban meninggal dunia hari ini. Hal ini terkonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

"Iya benar, info kami terima jam 11 siang ini di RSUD Kota Bekasi perempuan MC 25 tahun," kata Budi.

Kemudian untuk total keseluruhan korban, baik luka maupun tewas yakni 106 orang. Sebanyak 46 orang diantaranya masih dilakukan observasi.

"Total korban 106 dengan rincian 90 pasien kondisi luka (44 pasien sudah kembali , dan 46 pasien observasi)," ungkapnya.

"16 orang meninggal dunia (update tanggal 29 April 2026 jam 11.00 Wib, untuk 1 pasien meninggal dunia MC," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga sempat mengutarakan, salah satu pasien yang dirawat di ICU, meninggal dunia hari ini. 

"Yang di ICU tiga orangm dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi tapi mudah-mudahan bisa sembuh," ucap Dedi Mulyadi. 

Dedi  mengaku berbincang dengan korban yang dirawat. Ada beberapa yang sudah bisa diajak berbicara.

"Kalau yang lainnya sudah bisa senyum, sudah bisa saya ajak bicara," ujarnya. 

Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi menuturkan, satu orang korban meninggal dunia hari ini. Sedangkan yang masih dirawat di RSUD Bekasi berjumlah 22 orang. 

"Hari ini per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini yang di ICU ada tiga dan satu baru saja meninggal," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6