Terungkap Modus Dugaan Pelecehan Sesama Jenis Pendakwah SAM, Korban Diiming-imingi Sekolah ke Mesir

Modus tersebut disebut digunakan pelaku untuk mendekati dan memengaruhi para santri.

Diterbitkan 17 April 2026, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Syekh Ahmad Al-Misry diduga melecehkan santri dengan iming-iming sekolah gratis ke Mesir.
  • Pelecehan berulang sejak 2021, bahkan setelah pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
  • Korban laki-laki dari anak hingga dewasa, pelecehan terjadi di tempat ibadah.

Liputan6.com, Jakarta - Korban dugaan pelecehan seksual oleh pendakwah berinisial SAM di Bogor, Jawa Barat, diduga diimingi sekolah gratis ke Mesir. Modus tersebut disebut digunakan pelaku untuk mendekati dan memengaruhi para santri.

Saksi Ustaz Abi Makki mengatakan, iming-iming pendidikan ke Mesir menjadi salah satu cara SAM menarik kepercayaan korban. Bahkan, beberapa santri disebut benar-benar diberangkatkan ke Mesir.

"Iming-imingnya itu, mau diberangkatkan sekolah gratis ke Mesir, korban juga ada yang sudah berangkat ke Mesir," kata Abi Makki kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).

Abi menjelaskan, SAM kerap mengajak para santri mengikuti ceramahnya, lalu menjanjikan kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun, menurutnya, dana pemberangkatan tersebut bukan berasal dari dana pribadi pelaku, melainkan dari sumbangan umat dan jemaah majelis yang dihimpun untuk membantu santri.

Abi juga mengungkap dugaan pelecehan sebenarnya sudah terjadi sejak 2021. Saat itu, para korban bersama guru santri dan tokoh agama melakukan tabayun terhadap SAM. Dalam pertemuan tersebut, pelaku sempat menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Namun, pada akhir 2025, para guru kembali menerima pengakuan dari santri yang mengaku mengalami tindakan serupa. Para guru kemudian berkumpul dan melaporkan hal tersebut kepada tokoh agama, Habib Mahdi.

"Di akhir November 2025 kami mendapat wawancara dengan korban melalui Ustazah Oki. Dari situ kami mengetahui bahwa dia belum berubah," ujar Abi.

Pelecehan Bahkan Terjadi di Tempat Ibadah

Setelah pengakuan tersebut, para guru dan korban akhirnya membuat laporan ke Mabes Polri. Para santri yang sebelumnya tidak berani berbicara mulai mengungkap pengalaman yang mereka alami.

Abi menyebut korban dalam kasus ini terdiri dari santri di bawah umur hingga dewasa. Dugaan pelecehan juga disebut terjadi berulang kali, bahkan beberapa di antaranya dilakukan di tempat ibadah.

"Korban tidak bisa berbuat apa-apa, bingung dan menurut saja karena disampaikan hal-hal yang disesuaikan agama. Korban laki-laki semuanya," katanya, dilansir Antara.

Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut dilaporkan ke Mabes Polri pada 28 November 2025 dengan nomor laporan LP/B/586/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI. Hingga kini, para korban disebut masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6