Pemotor Wanita Tewas Tersenggol Truk TNI AD di Kalideres, Pengemudi Diperiksa

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat kendaraan dinas tengah menjalankan tugas membantu kegiatan siswa.

Diterbitkan 05 April 2026, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang pemotor bernama Ani Maryati dalam kecelakaan yang melibatkan truk dinas TNI di kawasan Kalideres. Peristiwa nahas tersebut terjadi saat kendaraan dinas tengah menjalankan tugas membantu kegiatan siswa.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Donny Pramono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka diberi kekuatan menghadapi musibah tersebut.

“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga almarhumah, serta mendoakan agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Donny dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

Donny menjelaskan, truk dinas tersebut berasal dari satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad yang tengah mengantar siswa SDN 05 Kalideres untuk mengikuti kegiatan LDKS Pramuka di wilayah Cisarua. Pengangkutan siswa itu dilakukan atas permintaan resmi dari pihak sekolah sebagai bagian dari tugas bantuan kepada masyarakat.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan terjadi ketika sepeda motor korban mencoba menyalip truk dari sisi kiri. Namun, pengendara diduga kehilangan kendali hingga terjatuh dan berujung fatal.

Temuan Awal TNI AD

Donny menegaskan, dari indikasi awal tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

"Untuk memastikan penyebab pasti kejadian, proses pendalaman masih terus dilakukan oleh aparat berwenang,” paparnya.

Pengemudi truk dinas kini telah melaporkan diri ke satuan dan menjalani pemeriksaan oleh Denpom I Tangerang. TNI AD juga berkoordinasi dengan kepolisian guna memastikan proses penanganan berjalan objektif dan transparan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, TNI AD telah mendatangi korban serta memberikan bantuan kepada keluarga. Bantuan biaya pengobatan diberikan kepada korban luka, sementara keluarga korban meninggal menerima santunan serta permohonan maaf secara langsung dari perwakilan satuan.

"Sementara kepada keluarga korban meninggal dunia, perwakilan satuan juga telah melaksanakan takziah, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, serta memberikan santunan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab,” katanya.

TNI AD juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila hasil penyelidikan menemukan adanya kelalaian dari pengemudi kendaraan dinas.

“Apabila dalam hasil penyelidikan nantinya terbukti adanya kelalaian dari pengemudi kendaraan dinas, maka yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara tegas, transparan dan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6