Duduk Perkara Prajurit Ngamuk di Warung Kelontong Berujung Penusukan Versi TNI

Kadispenad memastikan prajurit TNI AD yang melakukan pelanggaran akan diproses hukum.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Anggota TNI Sertu AW mengamuk di warung Kemayoran karena kesalahpahaman pembayaran QRIS.
  • Insiden memuncak dengan perusakan warung dan penusukan anggota TNI oleh pemilik.
  • TNI AD akan proses hukum prajurit; situasi kondusif ditangani Polres Jakarta Pusat.

Liputan6.com, Jakarta - Viral video seorang pria mengamuk dan mengacak-acak warung di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Belakangan diketahui, pria menggunakan helm putih itu adalah anggota TNI bernama Sertu AW.

Kadispenad Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono buka suara setelah video itu ramai tersebar.

"Memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," katanya dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Rabu (6/5/2026).

Menurut Kadispenad, kejadian itu bermula dari kesalahpahaman antara anggota TNI dan ibu-ibu yang menjaga warung.

Setelah terjadi cekcok, anggota TNI itu mengambil tabung elpiji 3 kg dan menghantamkannya berkali-kali ke etalase warung. Ujung dari percekcokan tersebut, anggota TNI dikabarkan terkena tusukan.

"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran," katanya.

Kadispenad mengimbau warga tidak mudah percaya pada potongan video yang beredar. Namun dia pastikan, prajurit TNI AD yang terlibat pelanggaran akan mendapat hukuman.

"TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran," katanya.

 

Situasi Sudah Kondusif

Menurutnya, peristiwa itu sudah selesai dan saat ini situasi di lokasi sudah kondusif. Untuk kasus hukum, ditangani Polres Jakarta Pusat.

"Seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh. Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik," ujarnya.

Informasi dihimpun, peristiwa itu yang terjadi Minggu sore itu bermula saat anggota TNI membeli rokok. Saat akan membayar, dia menggunakan QRIS karena tidak membawa uang tunai. Penjaga toko menjelaskan menggunakan QRIS bayar Rp 1.000. Anggota tersebut mempertanyakan kenapa ada biaya tambahan. Hal itu berujung cekcok.

Kemudian, dalam video yang beredar terdengar ucapan wanita yang menyebut agak tidak membawa-bawa profesi dan melakukan pengancaman. Hingga akhirnya anggota TNI itu memukul wanita penjaga toko.

Suasana makin panas. Meski berusaha dilerai, anggota TNI itu lebih beringas. Dia menghantamkan tabung gas elpiji 3 kg ke etalase warung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6