H-1 Lebaran 2026, Arus Mudik di Jalur Pantura Indramayu-Cirebon Terpantau Lengang

Terpantau pada H-1 Lebaran 2026, lalu lintas di Jalur Pantura, tepatnya dari Indramayu mengarah ke arah Cirebon mengalami penurunan volume kendaraan.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 16:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Idul Fitri 2026 ditetapkan 21 Maret; Pantura Indramayu-Cirebon lengang H-1.
  • Pantura Indramayu-Cirebon didominasi motor, lalu lintas lancar H-1 Lebaran.
  • H-3 Lebaran, pemudik motor padati Karawang, sengaja berangkat malam hindari macet.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah alias Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Terpantau pada H-1 Lebaran, kondisi lalu lintas di Jalur Pantura, tepatnya dari Indramayu mengarah ke arah Cirebon malah mengalami penurunan volume kendaraan.

Pantauan Liputan6.com, Jumat (20/3/2026), hingga sore pukul 16.00 WIB tampak jalur Pantura Indramayu menuju Cirebon cukup lengang. Kendaraan yang melintas didominasi oleh roda dua.

Terlihat kendaraan melaju dengan kecepatan yang stabil dan tanpa hambatan. Selain itu, ada pula mobil pribadi, minibus, bus antar kota, hingga truk muatan barang yang juga melintas di jalur tersebut.

Hanya saja, belum terlihat adanya peningkatan volume kendaraan berdasarkan pengamatan beberapa jam di lokasi.

Sebelumnya, pemudik sepeda motor sempat memadati arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri hingga jalur Pantura Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada H-3 Lebaran atau Rabu, 18 Maret 2026 sore hingga tengah malam.

Sesuai dengan pantauan di lapangan, kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri Karawang yang didominasi pemudik bermotor itu sudah terlihat sejak Rabu sore, saat memasuki wilayah Tanjungpura, tepatnya di titik perbatasan Bekasi-Karawang.

 

Sempat Padat Pemudik

Iringan-iringan pemudik bermotor di ruas jalan arteri menuju jalur Pantura Karawang pada sore hingga tengah malam tak terputus layaknya barisan semut yang berjalan di dinding.

Para pemudik mengaku sengaja berangkat malam hari untuk menghindari terik matahari dan potensi kemacetan yang lebih padat pada siang hari.

"Kalau malam, meskipun macet tidak terlalu panas," kata Ayub, pemudik asal Bekasi yang akan menuju Indramayu dilansir Antara, Kamis (19/3/2026).

Ia mengaku berangkat musik sejak sore hari bersama lima orang temannya yang juga menggunakan sepeda motor. "Ya alhamdulillah, (mudiknya) setiap tahun selalu pakai motor. Lebih hemat dan santai," kata dia.

Saat ditemui sedang istirahat di wilayah Cikampek, Ayub mengaku beberapa kali terjebak macet, seperti di wilayah Cikarang, titik perbatasan Bekasi-Karawang, serta di beberapa titik di Karawang," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6