Bapanas Sebut Harga Pangan Pasca-Lebaran Stabil, Cuaca Jadi Tantangan Distribusi Cabai

Bapanas memastikan harga pangan strategis stabil pasca-Lebaran dengan deviasi di bawah 6%. Meski demikian, faktor cuaca ekstrem masih memicu lonjakan harga.

Diterbitkan 20 April 2026, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan mayoritas harga komoditas pangan strategis mulai stabil setelah momentum Idulfitri. Stabilitas ini tercermin dari selisih harga terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP) yang rata-rata masih terjaga di bawah 6 persen. Meski demikian, sejumlah komoditas seperti MinyaKita dan cabai rawit masih mencatatkan deviasi yang cukup tinggi.

Untuk cabai rawit, Deputi 1 Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan lonjakan harga dipicu faktor cuaca yang menghambat aktivitas panen petani. Intensitas hujan yang tinggi selama periode Ramadan membuat pasokan tersendat di tingkat produksi.

“Setelah bulan suci ramadan relatif sedang mengalami penurunan. Waktu awal-awal, memang harus kita akui cabai rawit merah memang terlalu tinggi, yang kita harapkan pada musim bulan suci ramadan adalah kering sedikit, ternyata hujannya teman-teman bisa rasakan. Jadi cabai itu begitu hujan tidak mungkin orang metik,” kata Ketut dalam acara Media Briefing di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI, Senin (20/4/2026).

Di sisi lain, harga MinyaKita mulai menunjukkan tren penurunan meskipun masih berada di atas harga acuan. Ketut menjelaskan, tingginya harga salah satunya dipengaruhi oleh penyerapan pasokan dalam skema Domestic Market Obligation (DMO) yang saat ini lebih banyak dialokasikan untuk bantuan pangan.

“Sebenarnya bukan naik, sudah mulai turun kalau MinyaKita ya, dari Rp 17.000 ke Rp 16.000. Tentu memang sekarang ini kan serapan DMO itu dominan ke bantuan pangan tuh. Nah kemudian yang kedua, kita sudah gencarkan pengawasan sehingga harga itu sudah mulai mendekati harga acuan yang kita tetapkan,” ujarnya.

Sebagai langkah pengendalian, Bapanas mendorong optimalisasi distribusi MinyaKita melalui BUMN hingga mencapai porsi 60 persen. Upaya ini dinilai dapat memperkuat kontrol harga di pasar.

Ia menambahkan bahwa dengan porsi distribusi sebesar 60 persen, pengendalian harga akan relatif lebih mudah dan hal tersebut menjadi langkah yang didorong ke depan.

 

Harga Pangan Hari Ini 20 April 2026: Cabai Rawit Merah dan Telur Sentuh Harga Segini

Sebelumnya, harga pangan seperti harga cabai rawit merah tembus Rp 78.850 per kilogram (kg). Sementara itu, telur ayam ras Rp 35.900 per kg pada Senin pagi (20/4/2026) pukul 09.55 WIB.Harga pangan itu berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia.

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar mencapai Rp 62.250 per kg. Cabai merah keriting Rp 58.850 per kg dan cabai rawit hijau Rp 60.500 per kg.

Berdasarkan data dari PIHPS dikutip dari Antara, harga bawang merah mencapai Rp 53.900 per kg dan bawang putih Rp 43.050 per kg.

Kemudian harga beras kualitas bawah I di harga Rp 16.550 per kg dan beras kualitas bawah II Rp 16.050 per kg. Sementara itu, harga beras kualitas medium I Rp 16.550 per kg dan beras kualitas medium II di harga Rp 17.000 per kg. Harga eras kualitas super I di harga Rp 17.550 per kg, dan beras kualitas super II Rp 17.750 per kg.

 Harga daging ayam ras segar Rp 43.800 per kg, daging sapi kualitas I Rp 148.250 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp 132.250 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp 21.400 per kg, gula pasir lokal Rp 19.950 per kg.

Selain itu, minyak goreng curah di harga Rp 20.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga R p25.750 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 24.350 per liter 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6