Harga Pangan 3 September 2026: Harga Cabai Rawit Merah dan Bawang Kompak Turun

Simak rincian harga pangan termasuk cabai, bawang, dan bahan lainnya pada Kamis (3/9/2026).

Diterbitkan 03 September 2026, 12:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti cabai rawit merah turun pada Kamis, (3/9/2026). Penurunan harga ini juga diikuti harga cabai merah besar hingga cabai merah keriting. Demikian juga harga bawang alami penurunan.

Berdasarkan pantauan harga dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Kamis (3/9/2026), harga cabai rawit merah sedikit turun dari Rp 78.100 per kg pada Rabu, 2 September 2026 menjadi Rp 76.150 per kg. Cabai merah besar juga turun dari Rp 47.300 ke Rp 44.650 per kg. Selain itu, cabai merah keriting turun drastis dari Rp 70.400 per kg ke Rp 50.100 per kg.

Namun, cabai rawit hijau mengalami kenaikan harga. Pada pantauan harga kemarin, cabai rawit hijau dipasarkan Rp Rp 43.750 per kg, tetapi kini berada di harga Rp 47.650 per kg.

Harga bawang juga turun pada Kamis pekan ini. Harga bawang merah yang kemarin dibanderol Rp 42.600 per kilogram (kg) kini dijual Rp 36.150 per kg. Begitu pula dengan bawang putih, yang kemarin Rp 39.750 per kg kini bertengger di Rp 38.000 per kg.

Selain itu, harga bahan pangan protein terlihat variasi. Sebagai contoh, daging sapi kualitas I kini dijual di harga Rp 148.800 per kg, padahal kemarin ditetapkan Rp 145.500 per kg. Sementara daging ayam dijual Rp 40.250 per kg. Lalu, telur ayam sekarang berada di Rp 27.500 per kg.

Simak rincian harga per kategori komoditas pada Kamis pagi:

Harga Cabai dan Bawang

  • Cabai Rawit Merah: Rp 76.150 per kg.
  • Cabai Rawit Hijau:  Rp 47.650 per kg.
  • Cabai Merah Besar & Keriting: Rp 44.650 dan Rp 50.100 per kg.
  • Bawang Merah & Putih: Bawang merah ditawarkan Rp 36.150 per kg, dan bawang putih berada di angka Rp 38.000 per kg.

Harga Bahan Pangan Protein

  • Daging Sapi: Kualitas 1 di Rp 148.800 per kg, sedangkan kualitas 2 dijual Rp 141.500 per kg.
  • Daging Ayam Ras Segar: Rp 40.250 per kg.
  • Telur Ayam Ras Segar: Rp 27.500 per kg.

BPS Ungkap Alasan Harga Beras Naik di Agustus 2026

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras, baik kualitas medium maupun premium, pada Agustus 2026. Penurunan potensi luas panen hingga hambatan distribusi beras ke pasar menjadi faktor utama pemicu kenaikan harga tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi beras tercatat terjadi baik secara bulanan (month-to-month/mtm) maupun tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026. Inflasi ini sejalan dengan penurunan potensi luas panen pada periode tersebut.

"Inflasi yang terjadi pada beras pada Agustus ini tercermin dari penurunan potensi luas panen dan produksi beras pada Agustus 2026," kata Ateng dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa (1/9/2026).

"Kendati demikian, inflasi beras tidak semata-mata disebabkan oleh produksi padi di lapangan, tetapi juga dipengaruhi terutama oleh faktor distribusi beras ke pasar," imbuhnya.

BPS mencatat beras di tingkat eceran mengalami inflasi sebesar 0,42% secara bulanan pada Agustus 2026, serta mencatatkan inflasi 2,77% secara tahunan.

"Secara historis, bulan Agustus mulai memasuki fase transisi setelah melewati puncak panen raya. Oleh karena itu, kami mencatat kondisi beras mengalami inflasi pada Agustus," terang Ateng.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6