Cara Menghilangkan Goresan pada Stainless Steel, Bisa Dilakukan di Rumah Tanpa Merusak Permukaan

Stainless steel rentan tergores, namun bisa diatasi. Kenali jenis goresan, arah serat, dan gunakan metode tepat dari pasta gigi hingga amplas halus.

Diterbitkan 03 September 2026, 12:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Stainless steel dikenal karena tampilannya yang bersih, modern, dan mengilap. Namun, penggunaan sehari-hari sering meninggalkan bekas goresan yang membuat permukaannya terlihat kusam. Mengetahui cara menghilangkan goresan pada stainless steel menjadi penting agar peralatan tetap terlihat terawat tanpa harus menggantinya.

Goresan pada kulkas, wastafel, kompor, panci, hingga gagang lemari sebenarnya tidak selalu berarti permukaannya rusak parah. Bekas tipis akibat gesekan dapat diminimalkan dengan teknik penggosokan yang tepat. Kuncinya adalah mengenali jenis permukaan dan arah serat atau grain stainless steel sebelum mulai membersihkannya.

Kesalahan dalam menghilangkan goresan justru dapat membuat masalah semakin terlihat. Menggosok melawan arah serat, menggunakan sabut kawat, atau memilih bahan pembersih yang terlalu keras dapat menambah bekas baru. Karena itu, proses perawatan perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari metode yang paling lembut. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (3/9/2026).

Kenali Jenis Goresan pada Stainless Steel

Sebelum mencari cara menghilangkan goresan pada stainless steel, perhatikan terlebih dahulu seberapa parah bekas tersebut. Tidak semua goresan membutuhkan perlakuan yang sama.

Goresan ringan biasanya hanya berupa garis atau bekas gesekan pada lapisan permukaan. Bekas ini sering terlihat ketika terkena pantulan cahaya, tetapi tidak terasa dalam ketika disentuh. Kondisi seperti ini umumnya dapat diminimalkan menggunakan bahan penggosok lembut dan kain mikrofiber.

Goresan sedang terlihat lebih jelas dan terkadang dapat dirasakan ketika kuku digerakkan melewati permukaannya. Sementara itu, goresan dalam dapat berupa alur yang lebih nyata dan bahkan memengaruhi permukaan logam.

Southern Living menjelaskan bahwa tingkat goresan dapat dibedakan menjadi ringan, sedang, dan dalam berdasarkan seberapa jauh bekas tersebut memengaruhi permukaan. Penilaian ini penting karena metode yang terlalu abrasif pada goresan ringan justru berisiko menciptakan area kusam baru.

Periksa Arah Serat Stainless Steel

Salah satu langkah paling penting adalah menemukan arah serat atau grain pada stainless steel. Serat biasanya terlihat sebagai garis-garis halus yang berjalan secara horizontal atau vertikal.

Perhatikan permukaan di bawah cahaya yang cukup. Setelah arah serat terlihat, seluruh proses penggosokan harus mengikuti arah tersebut. Jangan menggosok dengan gerakan memutar secara bebas atau melintang terhadap serat.

The Spruce melalui tulisan Mary Marlowe Leverette menekankan pentingnya mengikuti arah grain ketika melakukan penggosokan. Menggosok berlawanan dengan arah serat dapat menghasilkan pola baru yang lebih mencolok dan sulit diperbaiki.

Langkah ini berlaku untuk kulkas, oven, mesin pencuci piring, wastafel, meja stainless steel, maupun peralatan lainnya yang memiliki permukaan brushed stainless steel.

Bersihkan Permukaan Terlebih Dahulu

Jangan langsung menggosok bagian yang tergores. Bersihkan permukaannya terlebih dahulu menggunakan air hangat dan sedikit sabun pencuci piring.

Gunakan kain mikrofiber untuk mengangkat minyak, debu, noda makanan, dan kotoran lain. Setelah itu, lap kembali menggunakan kain lembap dan keringkan.

Membersihkan permukaan terlebih dahulu membantu memperlihatkan kondisi goresan secara lebih jelas. Selain itu, partikel kotoran yang tertinggal di permukaan dapat ikut bergesekan ketika proses penggosokan dilakukan sehingga berpotensi menimbulkan bekas tambahan.

Untuk peralatan yang memiliki lapisan khusus, seperti smudge-proof stainless steel atau permukaan berlapis, periksa buku petunjuk produsennya terlebih dahulu. The Spruce mengingatkan bahwa metode abrasif tidak selalu cocok untuk stainless steel yang mempunyai lapisan pelindung atau lapisan sintetis.

Gunakan Pasta Baking Soda untuk Goresan Ringan

Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu pilihan sederhana untuk membantu menyamarkan goresan ringan. Caranya cukup membuat pasta dengan mencampurkan sedikit baking soda dan air.

Oleskan pasta tersebut pada area yang tergores. Gunakan kain mikrofiber yang sedikit lembap, kemudian gosok secara perlahan mengikuti arah serat stainless steel.

Tidak perlu memberikan tekanan kuat. Tujuannya bukan mengikis permukaan sebanyak mungkin, melainkan melakukan penggosokan ringan dan merata pada area yang mengalami goresan.

Setelah beberapa kali usapan, bersihkan sisa pasta menggunakan kain lembap. The Spruce juga menyarankan penggunaan cuka putih suling untuk membantu mengangkat sisa bahan pembersih, kemudian permukaan dapat dikeringkan dengan kain mikrofiber bersih.

Sebelum mengaplikasikan metode ini ke area yang terlihat jelas, sebaiknya lakukan uji coba pada bagian kecil yang tidak terlalu mencolok.

Pasta Gigi Putih Non-Gel Bisa Menjadi Alternatif

Pasta gigi putih jenis non-gel juga disebut sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membantu meminimalkan goresan ringan pada stainless steel.

Caranya hampir sama dengan penggunaan baking soda. Bersihkan permukaan, kemudian oleskan sedikit pasta gigi pada kain lembut yang telah dibasahi. Gosok perlahan mengikuti arah serat.

Hindari pasta gigi berwarna, pasta gigi gel, atau produk yang memiliki bahan tambahan yang tidak diketahui efeknya terhadap permukaan logam. Setelah selesai, bersihkan residunya dan keringkan.

Metode ini lebih cocok untuk bekas goresan tipis daripada goresan dalam. Jika setelah beberapa kali penggosokan bekas tetap terlihat jelas, jangan terus memberikan tekanan karena hal tersebut dapat membuat area di sekitarnya menjadi berbeda tekstur.

Manfaatkan Produk Pembersih Stainless Steel

Pilihan lain adalah menggunakan produk khusus untuk stainless steel atau bahan penghilang goresan yang memang dirancang untuk permukaan tersebut.

The Spruce menyebut Bar Keepers Friend dan Bon Ami sebagai contoh bahan yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi goresan pada stainless steel. Namun, petunjuk penggunaan pada kemasan tetap perlu diperhatikan karena setiap produk mempunyai tingkat abrasivitas dan cara pemakaian yang berbeda.

Gunakan kain mikrofiber atau spons non-abrasif sesuai petunjuk. Gosok secara perlahan dan tetap mengikuti arah grain.

Produk khusus juga dapat menjadi pilihan ketika baking soda atau pasta gigi tidak memberikan hasil yang cukup. Hindari mencampurkan berbagai produk pembersih secara sembarangan.

Bagaimana Jika Goresannya Lebih Dalam?

Goresan sedang hingga dalam membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati. Salah satu metode yang disebutkan The Spruce dan Southern Living adalah menggunakan amplas berbutir halus pada stainless steel yang tidak memiliki lapisan pelindung.

The Spruce merekomendasikan amplas halus sekitar grit 400–600 yang dibasahi terlebih dahulu. Amplas dapat dililitkan pada sanding block agar tekanan lebih merata.

Gerakkan amplas hanya mengikuti arah serat. Tekanan harus ringan dan dilakukan secara bertahap. Setelah beberapa kali usapan, periksa hasilnya. Jangan terus mengamplas hanya karena goresan belum sepenuhnya hilang.

Tujuan proses tersebut bukan mengikis permukaan secara berlebihan, melainkan membuat tekstur di sekitar goresan menjadi lebih seragam sehingga bekasnya tampak berkurang.

Southern Living juga menyebut Scotch-Brite pad sebagai alternatif untuk menangani goresan yang lebih sulit. Namun, karena metode ini lebih abrasif, penggunaannya harus sangat hati-hati dan tetap mengikuti arah serat.

Untuk goresan yang sangat dalam atau permukaan yang memiliki lapisan khusus, pilihan paling aman adalah menggunakan produk perbaikan yang direkomendasikan produsen atau meminta bantuan profesional.

Akhiri dengan Proses Poles

Setelah goresan berhasil diminimalkan, jangan langsung menganggap proses selesai. Permukaan perlu dibersihkan dan dipoles agar tampilannya lebih seragam.

Lap kembali stainless steel dengan kain mikrofiber yang bersih. Setelah permukaan benar-benar bebas dari sisa bahan abrasif, beberapa tetes minyak mineral atau minyak nabati dapat digunakan untuk membantu mengembalikan tampilan mengilap pada stainless steel tertentu.

The Spruce menyarankan penggunaan sedikit minyak seperti minyak mineral, minyak zaitun, atau minyak sayur pada kain mikrofiber. Gosok mengikuti arah serat dan jangan menggunakan minyak dalam jumlah berlebihan.

Tahap pemolesan juga dapat membantu membuat permukaan tampak lebih rata secara visual. Namun, minyak bukanlah cara untuk memperbaiki kerusakan struktural. Fungsinya lebih kepada memberikan tampilan akhir yang bersih dan mengilap.

Hindari Sabut Kawat dan Bahan Pembersih Keras

Salah satu kesalahan terbesar ketika mencoba cara menghilangkan goresan pada stainless steel adalah menggunakan alat yang terlalu kasar.

Sabut kawat atau steel wool sebaiknya dihindari. Alih-alih menghilangkan satu goresan, alat tersebut dapat menghasilkan banyak garis halus baru.

Southern Living juga mengingatkan agar tidak menggunakan pemutih atau klorin untuk membersihkan stainless steel karena bahan tersebut dapat merusak permukaan. The Spruce turut menyarankan untuk menghindari pembersih keras, termasuk amonia, pemutih klorin, bubuk penggosok yang terlalu abrasif, dan alat gosok yang dapat menggores.

Gerakan membersihkan yang salah juga dapat menjadi penyebab masalah. Membuat gerakan memutar tanpa memperhatikan arah serat berisiko mengubah tampilan tekstur permukaan.

Perhatikan Stainless Steel yang Memiliki Lapisan

Tidak semua permukaan yang terlihat seperti stainless steel dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Beberapa peralatan mempunyai lapisan pelindung atau lapisan sintetis di atas permukaan logam.

Pada jenis seperti ini, mengamplas atau menggosok terlalu kuat dapat menghilangkan lapisan tersebut. Hasil akhirnya justru bisa lebih buruk karena bagian yang terkelupas akan memiliki tampilan berbeda dari area lainnya.

Jika buku manual menyatakan bahwa permukaan memiliki lapisan khusus, ikuti rekomendasi produsen. Produk pemoles khusus mungkin lebih aman dibandingkan metode abrasif.

Kondisi yang sama perlu diperhatikan pada stainless steel berwarna hitam. Metode untuk stainless steel biasa tidak otomatis cocok untuk permukaan berwarna karena lapisan warnanya dapat ikut terpengaruh.

Cara Mencegah Goresan Muncul Kembali

Perawatan setelah goresan diperbaiki sama pentingnya dengan proses menghilangkannya. Biasakan menggunakan kain mikrofiber ketika membersihkan permukaan stainless steel.

Ketika membersihkan, ikuti arah serat. Jangan menggunakan spons kasar hanya karena ingin mengangkat noda membandel dengan cepat. Untuk noda yang sulit, lebih baik lunakkan terlebih dahulu menggunakan air hangat dan sabun lembut.

Pada meja atau permukaan stainless steel yang digunakan sebagai area kerja, gunakan talenan ketika memotong bahan makanan. Jangan meletakkan benda berat atau benda dengan bagian bawah kasar secara langsung di atas permukaan.

The Spruce juga menyarankan agar tumpahan dan kotoran dibersihkan sesegera mungkin. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mempertahankan tampilan stainless steel dalam jangka panjang.

Kapan Sebaiknya Meminta Bantuan Profesional?

Tidak semua goresan dapat dihilangkan sepenuhnya di rumah. Goresan yang sangat dalam, permukaan yang penyok, atau kerusakan pada lapisan pelindung mungkin membutuhkan penanganan khusus.

Jika peralatan memiliki harga mahal atau merupakan bagian dari dapur dengan permukaan yang luas, eksperimen menggunakan amplas sebaiknya dipertimbangkan kembali. Kesalahan kecil pada area yang luas dapat menghasilkan perbedaan tekstur yang sulit disamarkan.

The Spruce menyarankan untuk mempertimbangkan bantuan profesional atau layanan yang direkomendasikan produsen ketika goresan terlalu dalam dan sulit diperbaiki sendiri.

Pada akhirnya, keberhasilan cara menghilangkan goresan pada stainless steel sangat bergantung pada jenis permukaan, kedalaman goresan, bahan yang digunakan, dan teknik penggosokan. Untuk bekas ringan, mulai dari metode paling lembut. Jika hasilnya belum memadai, barulah pertimbangkan metode yang lebih abrasif dengan tingkat kehati-hatian lebih tinggi.

Pertanyaan Seputar Peralatan Stainless Steel

1. Apakah semua goresan pada stainless steel bisa dihilangkan?

Tidak semuanya. Goresan ringan biasanya lebih mudah diminimalkan, sedangkan goresan dalam dapat meninggalkan bekas permanen. Pada beberapa kasus, tujuan perawatan bukan menghilangkan goresan sepenuhnya, tetapi membuatnya jauh kurang terlihat.

2. Apakah baking soda aman untuk stainless steel?

Baking soda dapat digunakan sebagai bahan penggosok ringan pada stainless steel yang tidak memiliki lapisan pelindung khusus. Campurkan dengan sedikit air hingga menjadi pasta dan gunakan dengan tekanan lembut. Sebaiknya lakukan uji pada area kecil terlebih dahulu.

3. Bolehkah menggunakan amplas pada stainless steel?

Amplas dapat digunakan untuk goresan yang lebih dalam pada stainless steel tanpa lapisan, tetapi harus menggunakan amplas berbutir halus, dibasahi, dan digerakkan mengikuti arah serat. Metode ini tidak disarankan secara sembarangan pada permukaan berlapis.

4. Apakah sabut kawat bisa menghilangkan goresan stainless steel?

Sebaiknya tidak. Sabut kawat atau steel wool dapat menimbulkan goresan tambahan dan membuat permukaan semakin kusam. Kain mikrofiber dan bahan pembersih yang sesuai jauh lebih aman untuk perawatan rutin.

5. Bagaimana cara merawat peralatan stainless steel agar tidak mudah tergores?

Bersihkan menggunakan kain lembut, gunakan pembersih yang aman untuk stainless steel, dan selalu mengikuti arah serat ketika mengelap. Hindari pemutih, klorin, bahan abrasif berlebihan, serta alat gosok kasar. Gunakan talenan atau alas ketika permukaan stainless steel dipakai sebagai area kerja.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6