Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin bergerak menuju level US$Â 82.000 setelah pelaku pasar menangkap komentar terbaru Federal Reserve (The Fed) sebagai sinyal dovish.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (4/9/2026), pergerakan tersebut turut mengangkat sejumlah aset kripto lainnya, termasuk Ethereum, XRP dan Dogecoin. Namun, penguatan ini lebih banyak didorong perubahan ekspektasi terhadap suku bunga, bukan karena adanya keputusan kebijakan baru dari The Fed.
Bitcoin sebelumnya mencatatkan level tertinggi intraday baru. Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan yang dimulai sejak Agustus.
Advertisement
Penguatan juga terlihat pada saham-saham yang berkaitan dengan industri kripto. Kondisi ini menunjukkan optimisme investor tidak hanya terjadi pada pasar aset kripto, tetapi juga merambah instrumen investasi yang terkait dengan sektor tersebut.
Level US$Â 82.000 menjadi perhatian karena kenaikan Bitcoin kali ini lebih dipengaruhi sentimen makroekonomi ketimbang katalis khusus dari proyek atau aset kripto tertentu.
Pernyataan The Fed
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
Pemicu utama pergerakan pasar berasal dari pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller dalam pidatonya pada 3 September. Pasar menilai pernyataan tersebut menunjukkan kecenderungan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Dalam konteks ini, istilah dovish merujuk pada sikap pejabat bank sentral yang lebih terbuka untuk mempertahankan atau memangkas suku bunga dibandingkan menaikkannya.
Ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih rendah biasanya memberikan sentimen positif bagi aset seperti Bitcoin. Ketika biaya uang turun dan imbal hasil dari instrumen kas menjadi lebih rendah, sebagian investor dapat beralih ke aset yang lebih berisiko.
Inilah yang menjadi dasar optimisme terhadap Bitcoin dan pasar kripto saat ini. Jika kondisi likuiditas menjadi lebih ramah, permintaan terhadap aset kripto berpotensi meningkat.
Meski demikian, ada risiko yang perlu diperhatikan. Pernyataan seorang pejabat The Fed bukanlah keputusan resmi mengenai suku bunga.
Dengan kata lain, reli Bitcoin saat ini masih didasarkan pada interpretasi pasar terhadap nada pernyataan Waller, bukan keputusan pemangkasan suku bunga yang sudah ditetapkan.
Â
Advertisement
Siklus Empat Tahunan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
Jika data ekonomi berikutnya atau pejabat The Fed memberikan sinyal berbeda, ekspektasi pasar dapat kembali berubah. Kondisi serupa sebelumnya pernah menyebabkan reli berbasis sentimen makro berbalik dengan cepat.
Penguatan juga terjadi pada Ethereum, XRP dan Dogecoin dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan aksi beli tidak hanya terkonsentrasi pada Bitcoin.
Keterlibatan Dogecoin juga menarik perhatian karena aset kripto berbasis meme tersebut masih mendapatkan sorotan luas, termasuk melalui berbagai promosi konsumen yang menawarkan hadiah dalam bentuk Dogecoin.
Sementara itu, sejumlah analis melihat prospek Bitcoin melalui perspektif siklus empat tahunan. Riset Galaxy mengenai siklus empat tahun Bitcoin menganalisis pola historis pembentukan titik terendah dan tertinggi dalam setiap siklus.
Pola tersebut menjadi salah satu dasar bagi sebagian analis untuk menilai bahwa momentum kenaikan Bitcoin masih memiliki ruang untuk berlanjut.
Namun, pendekatan berdasarkan siklus juga memiliki sisi lain. Pola historis yang menunjukkan peluang kenaikan sekaligus memperlihatkan bahwa reli pada fase akhir siklus dapat diikuti koreksi tajam.
Karena itu, level US$Â 82.000 sebaiknya dipandang sebagai gambaran kondisi pasar yang bergerak cepat, bukan sebagai level dasar harga Bitcoin yang sudah pasti.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)