Nuzulul Qur'an Digelar di Istana Negara Selasa Besok, Angkat Tema Lingkungan dan Perdamaian Dunia

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rapat internal mematangkan persiapan peringatan Nuzulul Qur'an yang akan diselenggarakan di Istana Negara.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemenag siapkan peringatan Nuzulul Qur'an 2026 di Istana Negara, bertema ekologi dan perdamaian.
  • Tema ini tekankan relevansi Al-Qur'an untuk isu lingkungan dan harmoni global.
  • Acara libatkan anak yatim dan qari nasional, bukan sekadar seremonial.

Liputan6.com, Jakarta - Persiapan peringatan Nuzulul Qur'an tengah dimatangkan Kementerian Agama (Kemenag) dengan menggelar rapat internal. Peringatan akan diselenggarakan di Istana Negara pada Selasa, 10 Maret 2026.

Ada pun Nuzulul Qur'an tahun ini mengangkat tema 'Al-Qur’an, Amanah Ekologis, dan Jalan Perdamaian Dunia'.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan tema tersebut dipilih untuk menegaskan relevansi pesan Al-Qur’an dalam menjawab berbagai tantangan global. Termasuk, isu lingkungan dan perdamaian.

"Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam dan sesama. Karena itu, pesan amanah ekologis dan perdamaian dunia menjadi sangat penting kita tekankan," ujar Nasaruddin dikutip dari siaran persnya, Senin (9/3/2026).

Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an memberikan panduan moral bagi manusia untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus membangun harmoni sosial di tengah masyarakat global. Nasaruddin menyebut, Al-Qur’an mengajarkan tanggung jawab ekologis dan semangat perdamaian.

"Ini menjadi pesan penting bahwa agama hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan," ucap Nasaruddin.

Dia menekankan, peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara bukan hanya seremonial saja. Namun, kata Nasaruddin, momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

"Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat bahwa pesan Al-Qur’an harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, merawat bumi, membangun solidaritas, dan menghadirkan kedamaian," tutur Nasaruddin.

Hadirkan Anak Yatim

Dalam rangkaian acara tersebut, Kementerian Agama juga akan menghadirkan 30 anak yatim dari panti asuhan yang akan menerima paket bantuan sebagai bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

Acara ini juga akan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari nasional.

"Tilawah Al-Qur’an akan dilantunkan oleh M. Fauzi Ridwan, juara STQH Nasional Cabang Tilawah Al-Qur’an tahun 2025. Kehadiran qari terbaik ini diharapkan menambah kekhidmatan peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara," jelas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad.

Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang untuk menghadirkan suasana religius sekaligus menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an memiliki relevansi kuat bagi kehidupan berbangsa dan bagi perdamaian dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6