Pramono Anung: Terminal Bayangan, Kami Tertibkan

Pramono Anung meminta terminal bayangan saat mudik ditertibkan.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 18:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI perintahkan penertiban terminal bayangan di Jakarta.
  • Masyarakat diimbau gunakan terminal resmi untuk mudik demi keamanan.
  • Terminal bayangan berisiko tinggi: harga tiket calo dan tanpa uji kelaikan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta jajarannya untuk menertibkan terminal-terminal bayangan di wilayah ibu kota.

“Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, akan kami tertibkan,” kata Pramono di Glodok, Jakarta Barat dilansir Antara, Selasa (3/3/2026).

Pramono pun mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman agar menggunakan terminal secara resmi.

“Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta. Seperti Monas begitu, itu bisa digunakan,” ujarnya.

 

Mudik dari Terminal Bayangan Risiko Tinggi

Sebelumnya, Kepala Terminal Bus Kalideres Nur Prasetyo mengimbau pemudik agar tidak menggunakan terminal bayangan sebagai titik awal keberangkatan.

Menurutnya, naik bus dari terminal bayangan memiliki risiko tinggi, terutama terkait ketidakjelasan harga tiket yang berpotensi dimainkan oleh calo yang bermain harga tiket.

"Takutnya mereka (di terminal bayangan) itu dapat harga yang tidak sesuai. Karena kan kita tidak bisa memonitor berapa harga tiket yang dijual di luar," ujar Nur.

Selain pertimbangan harga, keselamatan dan keamanan penumpang juga tidak terjamin jika berangkat dari lokasi ilegal.

Berbeda dengan di terminal resmi yang melakukan uji kelaikan bus atau ramp check dan pemeriksaan kesehatan sopir, bus yang berangkat dari terminal bayangan sering kali luput dari pengawasan.

Nur pun meminta masyarakat mematuhi peraturan perundang-undangan dengan naik dan turun di terminal yang telah ditetapkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6