13 Agustus 1878: Wabah Demam Kuning Melanda AS

Korban wabah demam kuning di Memphis meninggal pada 13 Agustus 1878.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Seorang pemilik restoran bernama Kate Bionda menjadi korban pertama dalam sejarah demam kuning di Memphis, Tennessee pada 13 Agustus 1878. Ia bisa terinfeksi lantaran seorang pria yang sedang dikarantina melarikan diri dari kapal uap mengunjungi restorannya. Penyakit ini menyebar dengan cepat dan wabah yang terjadi akibatnya membuat kota tersebut sepi.

Dikutip dari History.com, Kamis (13/8/2026), demam kuning yang disebabkan oleh nyamuk, mulanya datang dari Afrika Barat dan terbawa ke AS akibat kapal-kapal yang membawa pekerja budak.

Penyakit ini membutuhkan cuaca hangat untuk bertahan hidup dan berkembang pesat pada musim panas yang lembap dan panas, saat nyamuk dapat berkembang biak secara masif.

Setelah masa inkubasi selama tiga sampai enam hari, penderita mengalami gejala mirip flu seperti demam dan nyeri otot. Setelah masa remisi yang sangat singkat, sering kali diikuti oleh tahap yang lebih parah. Penderita bisa muntah darah dan mengalami gagal hati serta gagal ginjal. 

Ikterus juga merupakan gejala khas, yang menjadi asal muasal nama demam kuning. Jika korban meninggal, hal ini biasanya terjadi dalam waktu dua minggu. Para penyintas dapat merasakan dampaknya selama berbulan-bulan.

Pada abad ke-19, belum diketahui bahwa nyamuk merupakan pembawa demam kuning. Kota New York, Philadelphia, dan New Orleans mengalami wabah serius yang menyebar dengan cepat dan menewaskan ribuan orang. Memphis, sebuah kota berpenduduk 50,000 jiwa, mengalami wabah pada tahun 1855, 1867, dan 1873, dengan setiap wabah yang terjadi semakin parah.

Mereka yang terkena demam kuning dikarantina sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit. Mereka juga seringkali diwajibkan mengenakan jaket kuning sebagai tanda pengenal.

 

Wabah Masuk Memphis

Di bulan Juli 1878, terdapat laporan terjadinya wabah demam kuning di Vicksburg, bagian selatan Memphis. Pihak berwenang kota tersebut merespons dengan menghentikan perjalanan ke kota tersebut dari arah selatan. Namun, seorang pekerja kapal uap bernama William Warren berhasil menyelinap masuk ke restoran milik Kate Bionda di tepi Sungai Mississippi pada 1 Agustus.

Keesokan harinya, ia harus dirawat di rumah sakit dan dikirim ke President’s Island untuk menjalani karantina, tempat ia kemudian meninggal dunia. Kate Bionda menjadi warga Memphis pertama yang terjangkit demam kuning, meninggal pada 13 Agustus. Setelah itu, wabah demam kuning menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah Memphis.

Sebagian besar penduduk dapat melarikan diri dari kota tersebut. 25 ribu orang mengemasi barang-barang mereka dan pergi dalam waktu seminggu. Sebagian besar yang tetap tinggal di kota adalah penduduk Afrika-Amerika, walaupun tingkat kematian mereka jauh lebih rendah daripada penduduk kulit putih yang terkena penyakit tersebut. Rata-rata orang meninggal setiap harinya adalah 200 sepanjang bulan September. Jasad-jasad berserakan dan lonceng pemakaman hampir tak henti-hentinya berbunyi. Setengah dari dokter yang ada di kota tersebut tewas.

Wabah ini berakhir bersamaan dengan datangnya embun beku pertama di bulan Oktober. Namun, pada saat itu 20,000 orang di wilayah Tenggara telah meninggal dunia dan 80,000 orang lainnya selamat dari infeksi. Pasca wabah, saluran pembuangan terbuka dan toilet umum dibersihkan, sehingga menghancurkan tempat perkembangbiakan nyamuk dan mencegah terjadinya wabah lebih lanjut.

Sekarang, wabah demam kuning masih terjadi di Afrika dan Amerika Selatan.