Banjir Bangkok: 50 Distrik Siaga Darurat, Sekolah Tutup dan Warga Borong Makanan Siap Saji

Hujan lebat yang memicu banjir parah di Bangkok mulai mengguyur sejak Kamis (24/9/2026) dan dilaporkan masih terjadi hingga hari ini.

Diterbitkan 27 September 2026, 09:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Sekolah-sekolah yang dikelola Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA), yakni sekolah negeri yang berada di bawah kewenangan pemerintah Kota Bangkok, Thaiand, akan ditutup pada Senin (28/9) demi menjaga keselamatan siswa, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan.

Departemen Pendidikan BMA mengumumkan penutupan tersebut pada Sabtu (26/9/2026). Demikian seperti dilaporkan The Nation.

Hujan lebat yang terus berlangsung telah menyebabkan banjir dan gangguan lalu lintas, menghambat aktivitas sehari-hari di Bangkok, membahayakan warga, serta merusak properti milik pribadi maupun pemerintah.

Direktorat Pencegahan dan Mitigasi Bencana BMA pada Jumat (25/9) menetapkan seluruh 50 distrik di Bangkok sebagai daerah bencana banjir. Tidak semua wilayah dari 50 distrik tersebut tenggelam atau terendam air secara fisik.

Pemerintah kota melalui Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menetapkan status daerah bencana di seluruh 50 distrik sebagai langkah administratif darurat. Status ini diaktifkan agar BMA dan lembaga penanggulangan bencana dapat mengerahkan anggaran darurat, logistik, bantuan, serta sistem pompa air secara cepat dan merata ke seluruh wilayah hukum ibu kota tanpa hambatan birokrasi.

Penutupan sekolah dimaksudkan untuk memberi waktu kepada pihak sekolah memeriksa keamanan bangunan dan fasilitas yang kemungkinan mengalami kerusakan, sekaligus mempersiapkan kegiatan belajar serta ujian semester pertama tahun ajaran 2026.

Kebijakan tersebut juga bertujuan memastikan para siswa dapat melakukan perjalanan ke sekolah dengan aman dan lancar.

Sekolah diminta segera memberi tahu orang tua mengenai penutupan tersebut dan mengatur jadwal pelajaran pengganti pada kemudian hari.

Di tengah banjir yang melanda Bangkok, warga juga mulai membeli barang dalam jumlah besar di supermarket, minimarket, dan hipermarket untuk mengantisipasi perkembangan situasi yang belum dapat diprediksi.

Sejumlah besar pelanggan seperti dilaporkan Inquirer membeli makanan siap saji, bahan makanan segar dan kering, serta berbagai minuman seperti susu segar, minuman yoghurt dan minuman ringan, termasuk di gerai-gerai 7-Eleven. Mereka turut memborong roti dan makanan ringan.

Sebagian rak bahkan disebut sempat kosong.

Seorang pegawai di salah satu gerai 7-Eleven mengatakan pada Sabtu, jumlah pelanggan meningkat tajam sejak Jumat malam. Kondisi tersebut membuat gerainya harus memesan tambahan pasokan.

"Sebagian besar orang membeli makanan siap saji, makanan instan, minuman, telur dan beras," kata pegawai tersebut.

"Salah satu alasannya kemungkinan karena warga khawatir terhadap banjir dan takut persediaan makanan mereka tidak mencukupi."