Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, MUI Ragukan Legitimasi Board of Peace: Tak Bisa Dipercaya

MUI menilai serangan AS dan Israel ke Iran membuat Board of Peace (BoP) tak lagi punya legitimasi.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 10:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • MUI mengecam keras serangan AS-Israel ke Iran, menilai BoP kehilangan legitimasi moral.
  • Serangan ini membuktikan Donald Trump perusak perdamaian sejati demi ambisi hegemonik.
  • Agresi ini berpotensi memicu perang regional dan melemahkan Iran untuk dominasi Israel.

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai serangan ini membuat Board of Peace (BoP) tak lagi punnya legitimasi. 

“BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamain sejati dan apalagi keadilan," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim seperti dikutip dari situs resmi MUI, Minggu (1/3/2026).

Prof Sudarnoto justru menilai, serangan tersebut menjadi bukti konkret Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejatinya adalah perusak atau penghancur perdamaian. 

“Presiden Amerika Serikat Donald Trump benar-benar menjadi seorang aktor yang telah membajak kata-kata 'perdamaian' justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya,” tegas dia. 

"Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoPnya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina," imbuhnya. 

Dia menambahkan, agresi Amerika Serikat dan Israel ke Iran ini akan mendorong perang regional terutama di Timur Tengah. Dia meyakini, hal itu menjadi maksud sebenarnya yang diinginkan Amerika Serikat dan Israel. Tujuannya, Timur Tengah benar-benar lumpuh. 

"Dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya di bawah kendali Amerika Serikat dan Israel. Indonesia hendaknya tidak terlibat dan dengan tegas menolak segala agresi militer," tegasnya. 

 

Ancaman Nyata Perdamaian

Menyikapi hal itu, Prof Sudarnoto mendorong pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum internasional dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan. 

"Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika," katanya menegaskan.

Selain itu,  lanjut Prof Sudarnoto, serangan tersebuti juga berdampak kepada kawasan teluk, bahkan dunia lain terkena dampak negatif dan destruktif. 

“Serangan ini menjadi konfigurasi geopolitik yang lebih besar, di mana Israel dan Amerika Serikat adalah pihak yang harus bertanggung jawab,” catat Prof Sudarnoto. 

Prof Sudarnoto percaya, serangan tersebut merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina. 

"Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin," dia menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6