Purbaya Siap Bertemu Trenggono Usai Ribut di Medsos: Pak Menteri Sahabat Saya

Menteri Trenggono sebelumnya menanggapi komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sumber pendanaan pembangunan kapal dalam negeri.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 14:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menkeu Purbaya dan Menteri KP Trenggono berselisih soal sumber anggaran kapal.
  • Trenggono menyatakan dana kapal berasal dari pinjaman luar negeri Inggris.
  • Purbaya menyoroti minimnya pemanfaatan anggaran dan kebijakan pro-industri lokal.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dirinya siap bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono, usai ribut soal anggaran kapal di media sosial (medsos). Purbaya menyebut Trenggono sebagai sahabatnya.

"Gampang nanti saya ngomong sama Pak Menteri (Trenggono), sahabat saya juga," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Sebelumnya, Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).

Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, menanggapi komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sumber pendanaan proyek tersebut.

“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK. Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener gak itu uang kapal sudah dikucurkan?” tulis Trenggono.

Unggahan Trenggono itu merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Purbaya dalam diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta.

 

Pernyataan Purbaya

Purbaya menekankan pentingnya penguatan industri perkapalan nasional. Ia juga menyoroti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia mumpuni, tetapi industri galangan kapal belum berkembang optimal akibat minimnya kesempatan dan kebijakan yang kurang berpihak pada produksi dalam negeri.

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah kebijakan impor kapal bekas yang menggerus permintaan terhadap kapal buatan lokal.

Ia juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung galangan domestik, termasuk dalam program peremajaan kapal.

“Ke depan, kalau mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden bilang ada 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun, itu pasti akan diganti,” ucapnya dikutip dari siaran pers Kemenkeu.

Purbaya menambahkan bahwa anggaran pengadaan kapal sebenarnya sudah disiapkan, namun belum memberi dampak signifikan bagi industri dalam negeri.

"Kita punya kemampuan, tapi underutilized karena tidak diberi kesempatan. Saya mau dorong pertumbuhan ekonomi, uangnya sudah saya anggarkan,” kata dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa
  • liputan6
    Sakti Wahyu Trenggono kini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Maju.
    Sakti Wahyu Trenggono