Apresiasi Transformasi Ekosistem Ultra Mikro PNM Ciptakan Dampak Sosial Berkelanjutan

Transformasi ekosistem ultra mikro (UMi) jadi salah satu agenda besar di tahun 2026 bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) jaga keberlanjutan.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PNM fokus transformasi ekosistem UMi di 2026 bersama Holding UMi.
  • PNM menjangkau 60.250 desa, melayani 22,9 juta nasabah prasejahtera.
  • Digitalisasi, SDM, dan PKM akan diperkuat untuk pemberdayaan berkelanjutan.

Liputan6.com, Jakarta - Transformasi ekosistem ultra mikro (UMi) menjadi salah satu agenda besar di tahun 2026 bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai bagian dari Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian.

Agenda strategis tersebut dibahas dalam Rakernas PNM 2026 pada Senin (2/2/2026). Hal ini dilakukan guna menjaga pertumbuhan perusahaan untuk terus memberikan pemberdayaan kepada kelompok subsisten.

"Saat ini jangkauan PNM telah hadir di 60.250 desa/kelurahan dari 84.000 desa/kelurahan dengan total layanan 22,9 juta nasabah yang selalu mengadakan kegiatan pertemuan antara nasabah bersama AO setiap minggunya," ujar Direktur Utama PNM Arief Mulyadi melalui keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Menurut dia, proporsi yang semakin besar menuntut PNM untuk terus menguatkan layanan, agar misi pemberdayaan serta pemberian akses permodalan dapat lebih mudah diakses secara efektif dan tepat guna.

"Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, setiap tahunnya dana yang PNM salurkan minimal Rp 1 Miliar di setiap desa memberikan dampak secara langsung yang dirasakan oleh setiap anggota keluarga prasejahtera," papar Arief.

Artinya, kata dia, PNM bukan hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga sosial dan terus akan menjadi komitmen perusahaan ini dalam melakukan transformasi melalui re-modeling proses bisnis.

 

Apresiasi Kinerja Pemberdayaan

Sementara itu, Group CEO BRI Hery Gunardi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kinerja pemberdayaan yang dilakukan PNM serta menyampaikan,

"Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia khususnya prasejahtera yang berkelanjutan," ucap dia.

Hery juga menambahkan,a PNM dapat menjadi lembaga keuangan yang memberikan dampak besar dalam pemberdayaan masyarakat prasejahtera dengan didukung oleh digitalisasi dan peningkatan kualitas SDM dan PKM (Pertemuan Kelompok Mingguan).

"Digitalisasi dan pertemuan kelompok mingguan perlu untuk terus didorong, dan didukung juga oleh pengembangan SDM yang berkualitas," jelas Hery.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6