Prabowo Minta Bunga PNM di Bawah 9%: Masa Orang Miskin Kena 24%

Prabowo menyoroti ketimpangan suku bunga yang membenani pelaku UMKM.

Diterbitkan 13 Mei 2026, 18:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo perintahkan CEO Danantara turunkan bunga PNM di bawah 9%.
  • Bunga 24% bagi rakyat miskin kontras dengan 9% untuk pengusaha besar.
  • CEO Danantara Rosan Roeslani menyanggupi penurunan bunga PNM menjadi 8%.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan CEO Danantara, Rosan Roeslani untuk menurunkan suku bunga program Permodalan Nasional Mardani (PNM) menjadi di bawah 9 persen. Prabowo menyoroti ketimpangan suku bunga yang membenani pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Pasalnya, para pengusaha dikenakan bunga 9 persen apabila meminjam di bank. Sementara itu, bunga untuk rakyat miskin lebih besar dibandingkan pengusaha yakni, 24 persen.

"Mereka dikenakan bunga 24 persen. Padahal pengusaha-pengusaha besar kalau ke bank mungkin dapat 10 persen, 9 persen. Iya Pak Rosan? Hah? Berapa? 9 persen? Hah? Sembilan. Bayangkan orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen," kata Prabowo saat menghadiri Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

"Ini negara Pancasila atau negara...saya enggak paham saya bilang," sambungnya.

Dia pun langsung menginstruksikan jajaran menterinya untuk menurunkan suku bunga PNM bagi keluarga prasejahtera. Prabowo menegaskan suku bunga untuk masyarakat kecil harus dibawah 9 persen.

"Ini keputusan politik saya sudah ambi, bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen. Harus di bawah 9 persen," jelasnya.

Janji Tekan Bunga PNM Jadi 8 Persen

Prabowo lantas bertanya kepada CEO Danantara Rosan Roeslani apakah mampu menurunkan suku bunga PNM. Dia pun menyampaikan akan menekan suku bunga di angka 8 persen untuk rakyat kecil.

"Siap Pak, bisa. 8 Persen," ucap Rosan.

"Kamu sengaja pilih angka delapan kamu. Kenapa enggak 7 persen? Ya sudah pokoknya harus di bawah 9 persen ya," tutur Prabowo.

Menurut dia, negara tidak boleh membiarkan masyarakat kecil menanggung beban pembiayaan lebih berat dibanding kelompok ekonomi atas. Prabowo berjanji akan mengevaluasi sistem di Indonesia agar masyarakat kecil dapat sejahtera.

"Terus menerus, kita akan pelajari di mana sistem kita lemah, di mana kekurangan kita perbaiki. Patokan kita adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 dan tidak hanya slogan. Kita mau wujudkan situasi yang sebenarnya," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6