Menkeu Purbaya Mau Caplok PNM Buat Jadi Bank UMKM

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengambil alih PNM untuk ditransformasi menjadi bank khusus UMKM di bawah Kemenkeu.

Diterbitkan 06 April 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengungkap rencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dia akan menjadikan PNM sebagai bank khusus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Purbaya mengatakan telah mengajukan rencananya itu ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai pemilik PNM. Jika dialihkan, PNM bisa saja menjadi di bawah Kementerian Keuangan melalui Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

"Jadi PNM jadi bank, mungkin di bawah SMI atau PIP, di bawah kita, dia akan menyalurkan KUR," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).

Dia mengungkapkan lagi hitungannya. Jika KUR disalurkan melalui bank penyalur, Kemenkeu menanggung bunga yang diberikan dengan total sekitar Rp 40 triliun per tahun.

Skema berubah ketika PNM langsung di bawah Kemenkeu, Rp 40 triliun itu akan langsung disetorkan sebagai saldo untuk disalurkan lagi menjadi KUR ke UMKM.

"Jadi anggaran saya enggak bertambah, tapi dia meminjamkan sebagai dana bergulir, dengan bunga murah, jadi Rp 40 triliunnya enggak hilang. Kalau saya inject ke situ 4 tahun, 5 tahun berturut-turut, dia udah jadi satu bank yang punya modal Rp 200 triliun. Itu sudah bank besar," tutur dia.

 

Jadi Bank Khusus UMKM

Dengan demikian, PNM akan mendapat mandat khusus sebagai bank UMKM atas penyaluran KUR tersebut. Lebih lagi, PNM akan memperkuat UMKM melalui pendampingan berbagai program.

"Nanti saya bangun juga ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM secara terintegrasi. Ada penasehatnya, ada pelatihannya, ada pemasarannya, ada penjamin kreditnya, dan lain-lain," kata dia.

Dia turut meminta dukungan Komisi XI DPR. "Saya udah lapor ke Pak Presiden, dia bilang kalau bagus jalankan saja. Tapi kita masih sedang berunding dengan Danaantara. Mohon dukungannya.Tapi kalau mereka mau jalanin ya enggak apa-apa. Tapi kalau kita mau buat yang betul, harus seperti itu," tutur Purbaya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6