Kapal Feri Mendadak Miring Saat Bersandar di Balikpapan, 3 Penumpang Tewas Terjepit

Kapal feri KMP Dharma Kartika IX mendadak miring saat bersandar di Pelabuhan Balikpapan. Akibatnya, tiga penumpang tewas, dengan salah satunya terjepit.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 12:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tiga penumpang tewas terjepit akibat KMP Dharma Kartika IX miring di Pelabuhan Semayang.
  • Insiden terjadi 27 Januari 2026 pagi, ratusan penumpang dievakuasi dari kapal.
  • Petugas mengevakuasi korban dan mensterilkan area pelabuhan demi keamanan.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak tiga penumpang meninggal dunia lantaran terjepit Kapal feri KMP Dharma Kartika IX dari Pare-pare, yang mendadak miring saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pada Selasa, 27 Januari 2026. 

Diketahui, insiden kapal miring itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Ratusan penumpang pun terpaksa dievakuasi dari dalam kapal demi menghindari risiko yang lebih besar.

"Kalau korban yang meninggal jumlahnya ada tiga orang," tutur Kepala Basarnas Balikpapan, Dodi Setiawan kepada wartawan, dikutip Kamis (29/1/2026).

Menurut Dodi, satu korban laki-laki ditemukan tewas terjepit di dalam kendaraan pribadinya. Sementara, dua korban perempuan berada di belakang kendaraan dalam kondisi tertimpa muatan truk.

Ketiganya pun langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan medis lebih lanjut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono mengatakan, berdasarkan laporan awal memang menyebutkan bahwa kapal berada dalam kondisi miring.

“Prioritas utama kami adalah mengevakuasi korban luka ringan maupun luka berat. Tercatat ada sekitar empat orang yang telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas dia.

 

Sempat Sterilisasi Area Kapal

Adapun sebelum proses evakuasi korban meninggal dunia, petugas melakukan sterilisasi area pelabuhan terlebih dahulu. Hal itu  lantaran kondisi kapal yang miring berpotensi membahayakan keselamatan petugas.

“Kami mengamankan area bersama Polri, Pelindo, dan stakeholder pelabuhan. Setelah kondisi dinyatakan aman, kendaraan akan dikeluarkan satu per satu untuk mengurangi beban kapal agar tidak semakin miring,” kata Topan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6