Cegah Abrasi dan Rob, Tanggul Pengaman Pantai Sepanjang 84 Meter Dibangun di Pulau Tidung

Selain mencegah abrasi dan rob, tanggul pengaman pantai itu dibangun agar hunian warga di pesisir tak terdampak banjir.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI membangun tanggul di Pulau Tidung untuk mencegah abrasi dan rob.
  • Tanggul sepanjang 84 meter ini menggunakan kubus masif, progres pengerjaan 45%.
  • Restorasi pantai dengan geobag juga dilakukan sebagai solusi perlindungan jangka panjang.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun tanggul pengaman pantai di sisi selatan Jembatan Cinta, RT 07/02, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Tanggul pengaman pantai dibangun guna mencegah abrasi dan banjir pesisir (Rob).

Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Mustajab mengatakan, tanggul dibangun oleh Pasukan Biru Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu. Tanggul dibangun menggunakan kubus masif sebagai struktur utama memperkuat garis pantai sekaligus melindungi permukiman warga dan fasilitas umum.

"Panjang tanggul yang dibangun mencapai 84 meter dengan ketinggian 2,5 meter. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 45 persen," kata Mustajab dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Pembangunan Dimulai 12 Januari

Dia menjelaskan, pekerjaan telah dimulai sejak 12 Januari 2025 dan ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari kerja. Namun, proses pembangunan tanggul pengaman menghadapi tantangan cuaca, terutama ombak besar dan angin barat yang kerap menghambat aktivitas di lapangan.

"Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri, tetapi kami tetap berupaya maksimal agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan mengutamakan keselamatan petugas," jelas Mustajab.

Solusi Jangka Panjang

Sementara itu, Kepala Seksi Pantai Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana menyebut bahwa, pembangunan tanggul tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat setempat. Selain pemasangan kubus masif, pihaknya juga melakukan restorasi pantai sebagai langkah perlindungan jangka panjang.

"Saat ini kami juga melakukan restorasi pantai melalui pemasangan geobag di sisi utara Jembatan Cinta untuk menahan laju abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir," kata Wahyu.

Menurutnya, pembangunan tanggul dan restorasi pantai diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pengamanan pantai di Pulau Tidung serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

"Kami berharap masyarakat turut menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6