Mengenali Bahaya Aneurisma Otak, Penyakit yang Diderita Kim Kardashian

Kim mengungkapkan kondisinya di pemutaran perdana musim ke-7 The Kardashians, yang tayang pada 22 Oktober 2025.

Diterbitkan 26 Oktober 2025, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kim Kardashian didiagnosis aneurisma otak, kondisi pembuluh darah melemah.
  • Aneurisma otak adalah pelebaran pembuluh darah, sebagian besar tidak berbahaya.
  • Pecahnya aneurisma sangat berbahaya, dipicu tekanan darah tinggi dan merokok.

Liputan6.com, Jakarta- Bintang realita TV, Kim Kardashian didiagnosis menderita aneurisma otak. Kim mengungkapkan kondisinya di pemutaran perdana musim ke-7 The Kardashians, yang tayang pada 22 Oktober 2025.

Belum banyak yang tahu tentang aneurisma otak. Ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensional, dr. Kunal Sood menjelaskan soal penyakit tersebut.

Dia mengatakan, aneurisma otak merupakan pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah akibat melemahnya dinding pembuluh darah.

"Aneurisma terbentuk ketika titik lemah berkembang di pembuluh darah dan otak, lalu perlahan menggelembung keluar, seperti lapisan tipis pada balon yang aus," jelas Sood, dilansir dari Antara, Minggu (26/10/2025).

Sebagian besar aneurisma tidak berbahaya dan seringkali ditemukan secara kebetulan. Namun, kata Kunal, aneurisma membahayakan jika salah satu pembuluh darah pasien pecah.

"Bahaya sebenarnya dimulai ketika salah satunya pecah," kata Sood dikutip dari Hindustan Times.

Pemicu Aneurisma Otak

Sood menjelaskan, jika salah satu pembuluh darah pecah maka terjadi pendarahan di sekitar otak yang dapat mengancam jiwa. Kondisi pendarahan itu disebut pendarahan subaraknoid.

Sood menyebut, faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya atau pecahnya aneurisma adalah tekanan darah tinggi, merokok, riwayat keluarga aneurisma, kondisi genetik tertentu seperti penyakit ginjal polikistik atau sindrom Ehlers-Danlos.

Dia menambahkan, aneurisma biasanya terdeteksi melalui MRI atau angiografi CT. Setelah teridentifikasi, penanganannya bergantung pada ukuran dan risikonya.

Aneurisma kecil yang belum pecah seringkali dipantau secara teliti, sementara kasus berisiko tinggi mungkin memerlukan pemotongan bedah atau pemasangan koil endovaskular untuk mencegah ruptur.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6