Menhub Prioritaskan Pencarian 136 Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub meminta seluruh pihak memprioritaskan pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8. Sebanyak 136 penumpang masih dalam pencarian.

Diterbitkan 14 September 2026, 06:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menhub instruksikan prioritas pencarian dan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8.
  • Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 menewaskan 6 orang, 107 selamat, 136 hilang.
  • KNKT investigasi penyebab kecelakaan; Posko Terpadu dibuka di Pelabuhan Trisakti.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait memprioritaskan pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).

"Prioritas kami saat ini adalah mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang beserta awak kapal KMP Virgo Transport 8," kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dudy menyampaikan duka cita atas kecelakaan tersebut dan mendoakan korban meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap korban selamat segera pulih setelah mendapatkan penanganan dari petugas.

Ia menegaskan penumpang yang telah ditemukan harus segera mendapatkan pertolongan semaksimal mungkin.

Dudy mengatakan KMP Virgo Transport 8 yang dinakhodai Arief Yunianto bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 WIB dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 243 orang.

"Hingga sore hari ini, Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian," terangnya.

 

Penyebab Kecelakaan Diinvestigasi KNKT

Terkait penyebab kecelakaan, Dudy menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ia meminta seluruh pihak bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara profesional, independen, dan berbasis fakta.

"Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari," tutur Dudy.

Dudy juga mengapresiasi Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga kesehatan, operator kapal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Kementerian Perhubungan telah membuka Posko Terpadu di Pelabuhan Trisakti untuk mempermudah koordinasi, penyelamatan, dan pendataan.

"Terima kasih kepada Pelindo yang telah membantu menyiapkan Posko Terpadu ini. Saya berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko," kata Dudy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6