Kasus Keracunan MBG, BGN Akui Banyak SPPG Belum Punya Sanitasi yang Baik

BGN juga menginstruksikan penggunaan air galon untuk memasak makanan MBG.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sanitasi buruk di banyak SPPG jadi penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis.
  • Presiden Prabowo perintahkan SPPG wajib punya alat sterilisasi air panas.
  • BGN instruksikan air galon dan sertifikasi higiene sanitasi untuk SPPG.

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memiliki sanitasi yang baik.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

"Dari kejadian di berbagai tempat, nampak juga bahwa belum semua air di SPPG memiliki sanitasi yang baik," kata Dadan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (1/10/2025).

SPPG Harus Punya Alat Sterilisasi

Dadan menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh SPPG membutuhkan alat sterilisasi, dengan demikian SPPG harus mencuci alat makan dengan air panas.

Menurutnya, sudah ada beberapa SPPG memiliki alat sterilisasi dengan pemanas gas yang bisa memanaskan 120 derajat dalam satu menit juga alat sterilisasi terkait dengan alat makan. Ke depan, diharapkan semua SPPG memiliki alat yang sama.

"Alat makan seperti yang di Bandung, setelah kita cek SPPG-nya bagus sekali, ketika kita cek apakah mencucinya menggunakan air panas, ternyata belum disiapkan," ujar Dadan.

Penggunaan Air Galon untuk Masak Menu MBG

Selain meminta seluruh SPPG meningkatkan sanitasi, BGN juga menginstruksikan penggunaan air galon untuk memasak makanan MBG.

BGN juga mengeluarkan aturan mewajibkan SPPG melakukan sertifikasi SPP, yaitu Serifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta sertifikasi keamanan pangan.

"Kami sebenarnya sudah membuat Peraturan Keputusan Kepala Badan terkait dengan persiapan sertifikasi, yaitu sertifikasi laik higiene dan sanitasi, yang nanti mungkin Pak Menteri Kesehatan akan lebih rinci menjelaskan itu. Selain itu, kami juga tidak hanya berkaitan dengan sanitasi, kami juga ingin menerapkan sertifikasi keamanan pangan berupa HACCP," pungkas Dadan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6