Polisi Temukan Tersangka Mutilasi di Depok Gabung Komunitas Gay

Namun, polisi belum menyimpulkan bahwa keanggotaan tersangka dalam grup itu berkaitan dengan motif pembunuhan.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 12:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menemukan fakta baru dalam penyelidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51). Dari pemeriksaan telepon genggam milik tersangka Saepullah alias SA alias S, polisi mendapati tersangka tergabung dalam sebuah grup komunitas gay.

Temuan tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa barang bukti digital milik tersangka dan mencocokkannya dengan keterangan sejumlah saksi.

"Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP milik tersangka bahwa tersangka tergabung dalam grup (komunitas gay)," kata Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Meski demikian, Dimitri menegaskan temuan tersebut masih didalami. Polisi belum menyimpulkan bahwa keanggotaan tersangka dalam grup itu berkaitan dengan motif pembunuhan.

Menurut dia, penyidik justru menemukan dugaan adanya unsur perencanaan dalam aksi pembunuhan tersebut. Pelaku diduga telah berniat menghabisi korban untuk menguasai sepeda motor dan barang-barang milik korban.

"Untuk terjadi perencanaannya bahwa karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban, untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban," ujarnya.

 

Tersangka Pembunuhan Berencana

Atas hasil penyidikan tersebut, polisi menetapkan Saepullah sebagai tersangka pembunuhan berencana.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan atau pembunuhan Pasal 459 dan atau 458 KUHPidana. Tersangka atas nama Saepullah," kata Dimitri.

Selain itu, penyidik masih mencari barang bukti yang belum ditemukan, yakni pisau yang diduga digunakan untuk membunuh korban serta potongan kaki korban yang, menurut pengakuan tersangka, dibuang ke aliran sungai.

"Dalam pencarian," ujar Dimitri saat ditanya mengenai keberadaan pisau dan potongan kaki korban.

Polisi juga masih memburu penadah sepeda motor milik korban yang diduga telah dijual tersangka usai pembunuhan.

"Untuk motor yang belum ketemu masih dikejar penadahnya," kata Dimitri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6