Pramono Punya Cara Baru Ubah Kebiasaan Sampah Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya pendidikan pilah sampah sejak usia dini.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI meminta guru PAUD ajarkan pilah sampah sejak dini.
  • Ini bagian Ingub No. 5/2026 untuk kebiasaan baik dan pengingat keluarga.
  • DKI ubah sistem sampah jadi "pilah-angkut-olah" sejak 1 Agustus 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta guru pendidikan anak usia dini (PAUD) mulai mengajarkan kebiasaan memilah sampah kepada peserta didik.

Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.

Dia mengatakan, pendidikan pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Ia berharap anak-anak juga dapat mengajak keluarganya menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah.

“Jakarta telah punya Ingub Nomor 5 Tahun 2026, yaitu tentang pilah sampah. Dan saya berharap bahwa sebagai pendidik, Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian dari awal saya minta tolong betul untuk mengajarkan kepada anak didiknya tentang kegiatan pilah sampah dimulai dari anak-anak PAUD,” kata Pramono saat membuka Workshop Nasional Creativity Day for Teacher 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, apabila anak-anak telah memahami pentingnya memilah sampah sejak dini, mereka justru dapat menjadi pengingat bagi orang tuanya untuk melakukan hal serupa.

“Kalau kemudian mereka ini bisa memahami, mengikuti, menjalankan, dan mungkin merekalah yang akan mengingatkan kepada orang tuanya untuk pilah sampah tadi menjadi gerakan yang masif bagi warga Jakarta,” ungkap Pramono.

Dia menjelaskan, sejak 1 Agustus 2026 Pemprov DKI Jakarta telah mengubah sistem pengelolaan sampah dari pola “angkut-buang” menjadi “pilah-angkut-olah”. Dengan sistem baru tersebut, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya berupa residu.

“Dan yang dibuang ke Bantargebang tidak lagi seperti dulu secara keseluruhan. Karena sudah kita pilah, maka yang di-dumping di Bantar Gebang mulai 1 Agustus kemarin adalah residunya,” kata Pramono.

 

31 Tempat

 

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan 31 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), termasuk di kawasan Menteng Atas.

Pramono berharap para guru PAUD dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun budaya memilah sampah sejak usia dini.

“Saya mengharapkan Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian membantu Pemerintah DKI Jakarta untuk menyampaikan kepada anak didik kita tentang pilah sampah. Karena kita mau mulai dari pendidikan yang paling bawah,” kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6