Polisi Kerahkan K-9 Cari Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Kali Licin

Polda Metro masih mencari potongan tubuh korban mutilasi dengan bantuan anjing pelacak K-9.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 16:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Unit Polsatwa terus mencari potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin, Pancoran Mas, Depok. Dalam upaya tersebut, polisi mengerahkan anjing pelacak (K-9) untuk menelusuri bagian kaki korban yang diduga dibuang ke sungai.

Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel mengatakan, proses pencarian masih berlangsung. Namun, polisi menghadapi kendala karena adanya jeda waktu yang cukup lama antara pembuangan dan penemuan jasad korban.

"Untuk sementara masih proses, karena memang ada kendala dari kami, yaitu untuk waktu penemuan mayat sendiri itu 4 Agustus, sedangkan waktu pembuangan mayatnya itu 23 Juli 2026," ujar Breggy, Kamis (6/8/2026).

Menurut Breggy, selisih waktu lebih dari sepekan tersebut membuat pencarian semakin sulit. Apalagi, bagian tubuh korban diduga dibuang ke aliran Kali Caringin dan selama kurun waktu itu sempat terjadi hujan yang menyebabkan arus sungai menjadi deras.

"Jadi sudah dari sekitar satu minggu lebih yang kemudian sempat dalam satu minggu itu ada hujan, jadi untuk arus sungai sendiri agak deras," jelas Breggy.

Meski demikian, polisi tetap melanjutkan penyisiran di sepanjang aliran Kali Licin. Pencarian difokuskan mulai dari kawasan Simpang Pitara hingga TPS Jemblongan, Pitara, Pancoran Mas.

"Ada dugaan sudah terbawa arus, tapi tetap kami akan menelusuri," ucap Breggy.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com di lokasi pencarian, petugas kepolisian masih melakukan pencarian di area jemblongan aliran Kali Licin. Terlihat anjing K-9 jenis Dutch Shepherd terus mengais tumpukan sampah di aliran Kali Licin.

Untuk memudahkan melakukan pencarian, Pemerintah Kota Depok turut menurunkan Satgas SDA PUPR untuk mengangkat material sampah dari aliran Kali Caringin. Petugas kepolisian terus mencari bagian tubuh korban mutilasi yang dibuang tersangka di aliran Kali Caringin.

 

Temukan Bercak Darah

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menemukan sejumlah bercak darah di kontrakan yang ditempati tersangka berinisial SA di wilayah Cipayung, Kota Depok. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat pembunuhan dan mutilasi terhadap korban bernama Kunaefi.

Tim Resmob Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan Tim Identifikasi mendatangi serta memeriksa kontrakan tersebut pada Rabu (5/8/2026).

Panit Resmob Polda Metro Jaya AKP Iskandar membenarkan kontrakan di Cipayung merupakan lokasi yang diduga digunakan tersangka untuk menghabisi korban.

"Sampai saat ini dalam penyelidikan. Iya, benar,” kata Iskandar saat dikonfirmasi terkait dugaan lokasi pembunuhan tersebut.

Iskandar mengatakan tersangka, saksi, dan sejumlah barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya. Namun, penyidik belum membeberkan motif pembunuhan tersebut.

"Untuk tersangka, saksi, dan barang bukti sudah kita amankan di Polda Metro Jaya. Untuk motifnya akan kami sampaikan lebih lanjut di kantor,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6