2 Kelompok Pemuda di Tual Bentrok, 1 Warga Tewas Terkena Panah

Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku.

Diterbitkan 20 September 2026, 21:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keributan antarkelompok pemuda di Kota Tual, Maluku, menewaskan seorang warga setelah terkena anak panah pada Sabtu (19/9/2026) dini hari. Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku.

Dugaan bentrokan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIT di kawasan Pertigaan Pertamina, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual. Keributan melibatkan kelompok pemuda Tembok Berlin Wara dan kelompok pemuda Kompleks Pertamina Wear.

Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro mengatakan, keributan awalnya dipicu adu mulut. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling serang menggunakan batu, senjata tajam, dan panah.

Dalam kejadian tersebut, seorang warga berinisial RAR, yang tinggal di Jalan Yos Sudarso, terkena anak panah. Korban sempat mendapat pertolongan dari warga dan keluarga, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur. Sekitar pukul 02.00 WIT, korban dipastikan telah meninggal dunia dan berada di ruang penyimpanan jenazah.

“Peristiwa ini merupakan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang," kata Whansi Des Asmoro, Minggu (20/9/2026).

Personel Polres Tual yang dipimpin Pamapta II SPKT Polres Tual Ipda Ryan G. Parera bersama unsur piket fungsi, Piket KRYD, Piket SS, dan personel Samapta tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIT.

Polisi kemudian membubarkan massa dan mengamankan lokasi untuk mencegah terjadinya perkelahian susulan. Personel juga mendatangi RSUD Karel Sadsuitubun untuk memastikan kondisi korban.

Keluarga korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Tual. Laporan polisi diterbitkan sebagai dasar penanganan perkara.

Pelaku Dibawa ke Mapolres Tual

Sekitar pukul 04.20 WIT, Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdi Manawan bersama Pelaksana Tugas Kasat Samapta Iptu Agustinus Frans Sapury tiba di SPKT untuk menerima laporan dari keluarga korban.

Roni Ferdi Manawan kemudian mengarahkan personel agar penanganan perkara dilakukan secara cepat, transparan, dan menyeluruh. Dia juga turun langsung ke lokasi untuk memberikan arahan kepada anggota yang melaksanakan pengamanan.

Personel Reskrim Polres Tual selanjutnya melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan seorang terduga pelaku. Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mako Polres Tual untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Peristiwa ini merupakan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Polres Tual bergerak cepat untuk mengamankan terduga pelaku dan selanjutnya melakukan proses penyidikan secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” kata Whansi.

Kapolres menegaskan proses hukum akan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan dalam penyelidikan. Dia juga meminta keluarga korban maupun kelompok yang berkaitan dengan peristiwa tersebut tidak melakukan tindakan balasan atau aksi saling serang.

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Jangan melakukan aksi saling serang atau tindakan main hakim sendiri. Percayakan penanganan perkara ini kepada Polres Tual,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Hingga kini, situasi di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya terpantau aman dan kondusif. Personel Polres Tual masih disiagakan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas maupun aksi lanjutan.