Reaksi Prabowo soal Warga Pati Demo Besar-besaran Buntut Kebijakan Bupati Sudewo

Mensesneg mengatakan Prabowo menyayangkan kisruh yang terjadi di Pati.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo menyayangkan kisruh Pati akibat kenaikan pajak PBB-P2 250%.
  • Pemerintah pusat berharap kisruh segera berakhir demi stabilitas ekonomi Pati.
  • Bupati Sudewo meminta maaf setelah didemo warga terkait kebijakan pajak.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo mengungkapkan respons Presiden Prabowo Subianto terkait unjuk rasa besar-besaran warga Pati yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya. Prasetyo mengatakan Prabowo menyayangkan kisruh yang terjadi di Pati.

"Belum, (Presiden) kalau secara khusus belum (memberikan respons langsung). Ya tentunya kalau beliau ya menyayangkan, itu tadi apa yang kami sampaikan itulah hasil respon beliau (Presiden Prabowo) terhadap siapapun itu," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Ingin Kisruh di Pati Segera Selesai

Menurut dia, pemerintah pusat berharap agar kisruh di Pati yang berawal dari penetapan pajak 250 persen oleh Sudewo, dapat segera berakhir. Pemerintah tak ingin kisruh ini menganggu perekonomian di Pati, terutama menjelang HUT ke-80 RI.

"Kita sih berharap segera selesailah karena kan apapun itu jangan sampai kemudian mengganggu kehidupan bermasyarakat di Pati jangan juga mengganggu kehidupan ekonomi Pati, apalagi ini menjelang peringatan ulang tahun kemerdekaan," jelasnya.

Prasetyo berharap permasalahan di Pati dapat menemukan solusi terbaik. Dia juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi untuk mencari solusi terbaik terkait polemik Bupati Pati.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Semoga bisa segera dicari jalan keluar masing-masing pihak," kata dia.

Demo Dipicu Kenaikan PBB-P2 250 Persen

Sebelumnya, masyarakat Pati, Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran hari ini Rabu (13/8/2025).

Para demonstran menggelar aksi buntut dari kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2025 hingga 250 persen.

Terkait hal itu, Polres Kota Pati menyiapkan skema pengamanan ketat dengan melibatkan 2.684 personel gabungan dari 14 polres jajaran, TNI, serta berbagai instansi untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

"Pengamanan akan dilakukan secara profesional dan humanis. Kami tidak hanya fokus pada pengamanan massa, tetapi juga mengutamakan komunikasi yang baik agar situasi tetap terkendali tanpa gesekan," kata Kepala Polresta Pati Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi, Rabu (13/8/2025).

Masyarakat Pati pun terus berdatangan ke kawasan Alun-Alun Kota Pati di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati. Massa melempar botol dan mengejar aparat Kepolisian. Kericuhan terjadi setelah tuntutan massa yang menginginkan ditemui Bupati Sudewo tidak kunjung dipenuhi.

Namun akhirnya, Bupati Pati Sudewo akhirnya muncul di tengah-tengah demonstran dengan naik mobil taktis Brimob. Massa pun menghujani Sudewo dengan lemparan berbagai benda.

Sambil dilindungi dengan tameng polisi, Sudewo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Tidak banyak kata yang dia sampaikan. Usai meminta maaf, Sudewo mengatakan akan berbuat lebih baik lagi.

Sebelum aksi unjuk rasa besar-besaran, Bupati Pati Sudewo sempat menantang warganya sendiri untuk demo ke kantor bila menolak aturan tarif PBB-P2 naik sebesar 250 persen pada Tahun 2025.

Warga yang geram pun sepakat melancarkan aksi dan menggelar donasi dana persiapan demo. Lantaran ramai, Bupati Pati Sudewo melunak akhirnya berkenan menurunkan kenaikan PBB-P2 yang semula mencapai 250%.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6