Legislator Minta Polisi Militer Usut Motif di Balik Kematian Prada Lucky

Legislator asal PDI Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin merasa heran dengan banyaknya pihak yang terlibat dan melakukan tindakan penganiayaan. Karena itu, dia meminta Polisi Militer bisa segera mengungkapkan motif yang memicu kejadian tersebut.

Diterbitkan 12 Agustus 2025, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Motif penganiayaan Prada Lucky oleh 20 tersangka masih misterius.
  • Legislator PDIP dan Pangdam IX/Udayana mendesak pengungkapan motif dan proses hukum.
  • Pangdam IX/Udayana memastikan 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Liputan6.com, Jakarta Motif 20 tersangka menganiaya hingga menyebabkan Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) meninggal, masih menjadi misteri.

Hal ini membuat Legislator asal PDI Perjuangan (PDIP) TB Hasanuddin merasa heran dengan banyaknya pihak yang terlibat dan melakukan tindakan penganiayaan. Karena itu, dia meminta Polisi Militer bisa segera mengungkapkan motif yang memicu kejadian tersebut.

"Kepala Polisi Militer, coba dikejar, apa sih sebetulnya motifnya? Ceritanya seperti apa kasus itu, kok sampai dibunuh? Mungkin tidak ada niat membunuh, tapi harus bisa dipastikan (sampai) dipukul beramai-ramai oleh sekian puluh orang," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2025).

Pria yang duduk di Komisi I DPR RI ini menyesalkan kejadian tersebut, terlebih ada keterlibatan perwira TNI dalam kasus kematian Prada Lucky itu.

"Ini yang saya sesalkan. Karena apa? Komandan itu justru ada di tengah-tengah prajurit untuk mengawasi, mengendalikan, dan memberikan arahan," tutur TB Hasanuddin.

 

 

Selain itu, pihaknya berharap Panglima TNI, dan Panglima Kodam bisa segera turun tangan, dan memberikan contoh bagaimana hubungan yang sehat antara senior dan junior tersebut.

"Saya berharap kepada Panglima TNI, juga kepada Panglima Kodam di seluruh Indonesia, cobalah sekarang dibuat sebuah petunjuk, hubungan yang sehat antara senior dan junior itu seperti apa. Jangan ada sifat arogansi," pungkasnya.

Motif masih Misterius

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menuturkan bahwa TNI masih melakukan penyelidikan.

"Ini sedang diselidiki oleh yang berwajib, dalam ini Pomdam, Polisi Militer. Dan ini Polisi Militer, Pomdam pun sedang melakukan pemeriksaan," kata Piek kepada wartawan di rumah duka keluarga Prada Lucky, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/8/2025).

Dia meminta semua pihak untuk menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Piek juga akan melaporkan berbagai perkembangan penanganan kepada pimpinan.

"Kita tunggu prosesnya dan secepatnya akan kita sampaikan," tambahnya.

Dia menegaskan siapa pun yang terbukti terlibat dalam perkara ini harus diusut tanpa pandang bulu.

"Seluruhnya harus kita periksa sesuai dengan mekanisme hukum, dan akan kita sesuaikan dengan prosedur yang ada," pungkasnya.

20 Orang Jadi Tersangka

Piek Budyakto memastikan 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan Prada Lucky meninggal dunia.

"Sudah 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," ucap Piek.

Sebagai seorang pimpinan TNI di wilayah Kodam IX/Udayana, Pangdam Udayana mengaku kehilangan prajurit muda.

Dia juga menyesalkan kejadian tersebut, dia mengaku akan menindak tegas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

"Kejadian ini, saya sesalkan dan saya sebagai Pangdam IX/Udayana sekaligus atasan langsung, di satuan ini atas peristiwa ini saya akan laksanakan tugas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku," tambah dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6