Eddy Soeparno dan Pandawara Sepakat Kolaborasi jadi Kunci Atasi Krisis Sampah

Eddy menjelaskan bahwa rencana untuk bertemu dengan Pandawara sebenarnya telah dijadwalkan cukup lama. Namun, agenda baru dapat terealisasi kali ini karena kesibukan masing-masing pihak yang cukup padat.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 14:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Eddy Soeparno bertemu Pandawara Grup bahas aksi bersih sampah.
  • Pandawara pulihkan 1,79 kg sampah dengan 30.000 relawan.
  • MPR buka kolaborasi dengan Pandawara atasi krisis sampah.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, akhirnya bertemu dengan para aktivis lingkungan muda dari Pandawara Grup dalam sebuah dialog yang berlangsung pada Selasa (5/8).

Pertemuan tersebut menjadi momen lanjutan setelah sebelumnya Pandawara mendapat kesempatan diterima secara khusus oleh Presiden Prabowo di Istana Negara.

Eddy menjelaskan bahwa rencana untuk bertemu dengan Pandawara sebenarnya telah dijadwalkan cukup lama. Namun, agenda baru dapat terealisasi kali ini karena kesibukan masing-masing pihak yang cukup padat.

“Saya mengikuti kegiatan Pandawara di media sosial dengan aksi konkrit yang turun langsung mengambil sampah di banyak tempat dengan melibatkan begitu banyak relawan. Alhamdulillah hari ini pertemuan dengan Pandawara bisa terealisasi,” ungkapnya.

Pertemuan ini membahas kegiatan dan aksi lapangan Pandawara yang selama ini sudah dilakukan. Selain itu Pandawara Grup juga menyampaikan upaya memperluas cakupan kegiatan mulai dari pembersihan sampah sampai edukasi kepada masyarakat.

“Saat ini secara total sudah ada 1,79 kg sampah dipulihkan dengan lebih dari 30.000 relawan aktif yang terlibat. Kami juga bersyukur kegiatan ini menginspirasi anak-anak muda di tempat lain untuk melakukan hal yang sama. Bahkan sampai ke Malaysia dan juga Vietnam,” kata Muchamad Ikhsan Destian salah satu pendiri Pandawara.

Kepada Pandawara Grup, Eddy Soeparno menjelaskan program pemerintah tentang penanganan sampah melalui program Waste to Energy (WTE), dimana Eddy sebagai Wakil Ketua MPR turun langsung memberikan saran dan masukan tentang revisi Perpres 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Eddy menjelaskan bahwa sebagai Pimpinan MPR dirinya terus berupaya memfasilitasi pemda mengatasi krisis sampah sekaligus terus memperjuangkan payung hukum mengenai penanganan sampah yang komperehensif dan solutif.

“Melalui Teknologi waste to energy ini kita bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus. Pertama tentu mengurangi secara signifikan tumpukan sampah yang selama ini tidak bisa ditampung di TPA. Kedua, bisa menghasilkan sumber energi terbarukan,” jelasnya.

Secara khusus Eddy Soeparno menyampaikan dirinya membuka ruang kolaborasi dengan Pandawara dalam berbagai kegiatan seperti edukasi, aksi lapangan dan juga diskusi tentang kebutuhan kebijakan publik untuk menangani krisis sampah.

“MPR adalah Rumah Kolaborasi dan karena itu kami menyambut baik jika ada ruang kolaborasi yang bisa dilakukan agar semakin banyak pihak yang terlibat dalam mengatasi krisis sampah, perubahan iklim dan isu lingkungan hidup lainnya,” tutup Eddy.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6