Cerita Enam Kali Indonesia ‘Dikirim’ Tsunami Karena Gempa Dahsyat dari Luar Negeri

Sebanyak 10 wilayah di Indonesia kini berada dalam status waspada tsunami usai gempa besar bermagnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia.

Diperbarui 30 Juli 2025, 17:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 10 wilayah Indonesia waspada tsunami usai gempa M 8,7 di Kamchatka, Rusia.
  • Tsunami setinggi 19 cm terdeteksi di Pelabuhan Sarmi, Papua.
  • Indonesia 6 kali terdampak tsunami akibat gempa dari luar negeri.

Liputan6.com, Jakarta- Sebanyak 10 wilayah di Indonesia kini berada dalam status waspada tsunami usai gempa besar bermagnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia. Bahkan, tsunami setinggi 19 sentimeter sudah terdeteksi di Pelabuhan Sarmi, Papua, Rabu (30/7/2025).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyebut, ini bukan kali pertama Indonesia terdampak tsunami akibat gempa dari luar negeri. Tercatat sudah lima kali peristiwa serupa terjadi.

Salah satunya pada 22 Mei 1960, saat gempa Valdivia bermagnitudo 9,5 mengguncang Chili. Tsunami yang tercipta menyebar hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Waktu tiba di Papua sekitar 24 jam setelah gempa. Teluk Yotefa, Jayapura, diterjang gelombang 50 cm. Serui dilaporkan mengalami pasang surut tidak biasa, dan Biak mencatat fluktuasi air laut,” kata Daryono dalam konferensi pers daring.

Meski sistem pemantauan saat itu masih minim, laporan dari pelaut dan warga lokal menjadi bukti nyata bahwa Indonesia sangat rentan terhadap tsunami lintas benua.

Tsunami Imbas Gempa Alaska dan Rusia

Peristiwa kedua terjadi saat Prince William Sound, Alaska dilanda tsunami berkekuatan magnitudo 9,2. Saat itu, lokasi terdampak di Indonesia yaitu berada di Jayapura dengan waktu tiba di lokasi berkisar 20-22 jam.

"Tide gauge mencatat anomali pasang-surut. Sorong tercatat fluktuasi air laut kecil. Catatan, tidak dilaporkan kerusakan, namun fenomena laut tidak biasa dicatat oleh stasiun pelabuhan," ujarnya.

Tsunami ketiga terjadi saat 4 Oktober 1994. Kala itu, gempa mengguncang Rusia, tepatnya di Kuril Island. Wilayah Indonesia yang terdampak yaitu di Sorong. Stasiun tide gauge mendeteksi fluktuasi tinggi muka laut kecil (20 cm) .

Manokwari juga dihantam tsunami. Berdasarkan laporan lokal menyebutkan air laut naik sedikit dari biasanya.

"Catatan, waktu tiba tsunami di Papua sekitar 7–8 jam setelah gempa," ucapnya.

Selandia Baru dan Jepang Timur

Berikutnya, tsunami imbas gempa Selandia Baru magnitudo 8,1 pada 5 Maret 2021. Lokasi yang terdampak di wilayah Indonesia adalah Merauke.

Saat itu, anomali pasang surut tercatat di Biak, tide gauge menunjukkan fluktuasi 15 cm dengan waktu tiba kurang lebih 5 jam.

"Jayapura, perubahan kecil tercatat. Catatan, tidak berdampak signifikan, tetapi peringatan disebar untuk kesiapsiagaan," ucapnya.

Peristiwa kelima saat gempa dengan magnitudo 9,1 terjadi di Jepang Timur pada 11 Maret 2011. Saat itu, tsunami tiba di Papua dalam waktu kurang lebih enam jam.

"Lokasi terdampak Biak, gelombang tsunami ±25–30 cm. Jayapura tercatat gelombang ±20 cm. Serui ketinggian tsunami ±15–20 cm," paparnya.

"Dampak Supiori, Papua Barat (1 orang meninggal), Jayapura, di Kampung Holtekam, Kecamatan Muara Tami, Abepura dan Jayapura Selatan (1 orang meninggal), rumah dan Gedung rusak mencapai 67 unit. Catatan, BMKG mengeluarkan peringatan, dan tide gauge mencatat data akurat," pungkasnya.

Hari ini, sejumlah wilayah Indonesia perlahan dilanda tsunami imbas gempa di pesisir timur Kamchatka, Rusia pada Rabu (30/7/2025) pukul 11.24 waktu setempat atau 06.24 WIB. Sehingga, total enam kali Indonesia mendapat kiriman tsunami imbas gempa luar negeri.

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6