Sukses

611 Rumah di Bogor Rusak Akibat Gempa Sukabumi, 5 Orang Luka

Selain merusak bangunan rumah, lima warga mengalami luka akibat tertimpa puing bangunan saat terjadi gempa.

Liputan6.com, Jakarta - Gempa Sukabumi magnitudo 5,1 pada Selasa 10 Maret 2020 pukul 17.18 WIB, berdampak kerusakan bangunan di Bogor, Jawa Barat.

Wilayah yang terdampak gempa bumi adalah Kecamatan Pamijahan, meliputi Desa Pasarean, Cibunian, Purwabakti, Gunung Bunder I, Ciasmara, Ciasihan, dan Desa Cibitung Kulon.

Berdasarkan data sementara dari aparatur di wilayah Kecamatan Pamijahan sampai dengan pukul 02.15 WIB, Rabu (11/3/2020), rumah rusak berjumlah 611 unit. Meliputi, rusak ringan (RR) 487 rumah, rusak sedang (RS) sebanyak 80 rumah, dan rusak berat (RB) 44 rumah

"Data ini sifatnya masih sementara, aparatur desa dan anggota BPBD masih terus melakukan pendataan," ujar Sekretaris Camat Pamijahan Yudi Hartono.

Mayoritas yang rumahnya mengalami rusak berat karena gempa, lanjut Yudi, sementara mengungsi di rumah tetangga dan keluarganya.

"Ada yang sudah mengungsi karena rumahnya sudah tidak layak ditempati," ujar dia.

Selain merusak bangunan rumah, lima warga mengalami luka akibat tertimpa puing bangunan saat terjadi gempa. Lima orang luka meliputi warga Desa Purwabakti 2 orang, Desa Cibitung Kulon 2 orang, dan Desa Ciasihan 1 orang luka.

"Kelima korban hanya mengalami luka ringan, tidak parah," kata Yudi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan, pihaknya bersama para relawan masih terus mengecek ke sejumlah lokasi terdampak gempa. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan unsur Muspika hingga aparat desa.

"Data kerusakan masih berkembang terus. Sejak tadi malam masih berlanjut assessment, pengiriman logistik, tenda, terpal, dan matras," ujar Budi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Literasi Bencana: Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempabumi:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempabumi:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

  • Gempa adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba‐tiba.

    Gempa

  • Gempa atau gempa bumi (earthquake) adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan.
    Gempa atau gempa bumi (earthquake) adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan.

    Gempa Hari Ini

  • Gempa Sukabumi