Sukses

Gibran di Pilkada Solo: Dipasangkan dengan Cucu Bung Karno hingga Ditolak DPC PDIP

Liputan6.com, Jakarta - Putra pertama Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, mantap maju sebagai calon Wali Kota Solo. Saat ini, suami dari Selvi Ananda ini telah resmi menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak Senin, 23 September 2019.

Gibran juga sudah melakukan berbagai langkah politik untuk memuluskan langkahnya menuju Solo.

Berikut sejumlah fakta putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka untuk maju menjadi calon Wali Kota Solo:

1. Dipasangkan dengan Paundrakarna

Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno tertarik untuk menyandingkan cucu Bung Karno, Paundrakarna sebagai pendamping Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo 2020. Pasangan dua darah biru Presiden itu diharapkan bisa saling melengkapi untuk memimpin Solo.

"Sementara ini Mas Gibran kan belum ada pasangan dan baru mencalonkan single," kata dia, Selasa (29/10/2019) malam.

Oleh sebab itu, lanjut Ardianto, DPC Gerindra Solo mencoba memunculkan nama Paundrakarna yang merupakan putra pasangan KGPAA Mangkunegara IX dan Sukmawati Soekarnoputri sebagai calon pendamping Gibran. Pasalnya, sosok cucu Bung Karno itu dinilai nilai cocok untuk mendampingi Gibran karena juga merupakan keturunan politisi dari sang kakek.

"Mas Paundra itu kan cucu Proklamator, trahnya darah politikus. Saya mencoba untuk menyandingkan kalau beliaunya kerso," ujar dia.

Hanya saja saat ini Gerindra Solo belum menjalin komunikasi secara terbuka dengan Paundrakarna terkait niat untuk mencalonkannya sebagai pendamping Gibran. Meski demikian, ia berjanji dalam waktu dekat akan menjalin komunikasi secara intensif dengan putra bangsawan Pura Mangkunegaran itu.

 

2 dari 5 halaman

2. Dapat penolakan dari PDIP Solo

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyerahkan sebendel formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota ke Sekretariat DPP PDIP di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Dalam bendel tersebut hanya terdapat sepasang bakal calon yang diserahkan, milik Purnomo-Teguh.

Tidak ada nama Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakhabuming dalam berkas yang dibawa Rudy.

Ketua DPC PDIP Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menolak jika Gibran menjadi calon Wali Kota Solo.

Dia mengimbuhkan Gibran tidak bisa mendaftarkan diri melalui DPP PDIP langsung. Alasannya, DPP tidak membuka pendaftaran.

"Yang mengerti wilayah itu DPC, bukan DPP," sambungnya.

Jika ngotot maju lewat independen, kata Rudy, maka Gibran harus menerima konsekuensi dikeluarkan dari keanggotaan PDIP.

Rudy mengatakan, jika Gibran memilih jalur independen, artinya dia sudah tidak mengakui sebagai anggota partai. Rudy menegaskan siap mencoret nama Gibran dari keanggotaan PDIP.

"Kalau sudah di luar PDIP kan tidak mengakui sebagai anggota partai lagi to. Enggak usah dicabut KTA-nya langsung dicoret saja," kata Rudy.

3 dari 5 halaman

3. Punya peluang diajukan sebagai calon Wali Kota Solo

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menilai, kesempatan Gibran menjadi calon Wali Kota Solo masih terbuka. Kendati DPC PDIP Solo menutup pintu karena sudah menyodorkan nama Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai bakal calon.

Puan menyebut jalur pencalonan untuk pilkada bisa mendaftar lewat DPP dan DPD. PDIP membuka pintu lebar untuk siapa saja yang berminat.

"Jadi, memang selama belum ada keputusan, kita membuka lebar pintu pendaftaran bagi siapa aja yang berminat untuk maju pilkada atau menjadi calon yang akan ikut pilkada melalui jenjang kepartaian tersebut," jelas Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

4 dari 5 halaman

4. Tetap ikut seleksi Pilkada Solo di PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan Gibran akan diperlakukan sama dengan para bakal calon Wali Kota Solo lainnya. Meskipun anak presiden, PDIP tidak akan begitu saja memberikan tiket pilwali ke Gibran.

Kedatangan Gibran Rakabuming menghadap Megawati sendiri dinilai sebagai proses politik yang wajar. Oleh karena itu, Gibran akan tetap menjalani proses seleksi yang sama seperti bakal calon lainnya.

"Untuk proses jadi wali kota, kami perlakukan semua sama," kata Hasto, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (26/10/2019).

Hasto menjelaskan, para bakal calon kepala daerah yang mendaftar di PDIP harus mengikuti sejumlah tahapan. Meliputi berbagai hal dari proses psikotes, wawancara, hingga pemantauan penerimaan masyarakat.

"Baru setelah proses itu selesai, nanti keputusan akan diambil," imbuhnya.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kala Anak dan Menantu Jokowi-Ma'ruf Amin Maju Pilkada 2020
Artikel Selanjutnya
Momen Akikah La Lembah Manah, Bakul Pasar Gede Ketiban Berkah