Sukses

DPR Puji Cara Pandang Kementan Soal Kategori Infrastruktur Pertanian

Liputan6.com, Jakarta - Kontribusi penyediaan infrastruktur pertanian selama masa 4,5 tahun terakhir ini diakui amat terasa dan mendapat tanggapan positif dari petani. Penyediaan infrastruktur selama 4,5 tahun terakhir ini dari Kementerian Pertanian (Kementan) bukan hanya sebatasa irigasi dan cadangan air, namun juga lainnya.

Penilaian tersebut dikemukakan anggota Komisi IV DPR Fadholi, Minggu 7 Juli 2019.

Fadholi mengatakan, Kementan juga menyasar penyediaan infrastruktur pertanian menyangkut bantuan benih, alat mesin, asuransi petani dan hal lain yang mendukung peningkatan produksi.

"Banyak petani yang berterima kasih terhadap penyediaan infrastruktur dari Kementan itu. Banyak petani yang merasakan manfaat bantuan untuk usahanya," ucap Fadholi.

Fadholi menuturkan, bantuan infrastruktur yang tak sekadar irigasi menunjukkan cara pandang Kementan selama 4,5 tahun terakhir ditujukan untuk jangka panjang.

"Cukup cerdas ya Kementan sebab mengerti bahwa dukungan infrastruktur untuk produksi pertanian bukan cuma air saja. Tapi perlu juga perhatian khusus lainnya. Nah disediakan juga yang lain itu," ujar Fadholi.

Fadholi beranggapan, dengan ditunjang banyaknya jenis infrastruktur lain dari Kementan seperti saat ini bakal mendorong langkah cepat ketahanan maupun kedaulatan pangan.

 

2 dari 2 halaman

Canangkan Fokus Kerja

Untuk informasi, sejak tahun 2015 Kementan telah mencanangkan fokus kerja pada perbaikan infrastruktur pertanian.

Bukan hanya menyediaan kebutuhan air untuk areal persawahan saja, tetapi juga melalui program padat karya kepada petani, khususnya di daerah masih tergolong miskin.

Kementan membagi jenis infrastruktur pertanian menjadi antara lain, pengembangan dan pengelolaan air, sistem pembiayaan usaha, sistem mekanisasi, fasilitasi penyediaan pupuk bersubsidi, dan pendaftaran maupum pengawasan.

Tahun 2020, Kementan kembali berkomitmen semakin meningkatkan andil infrastruktur pertanian. Selain juga kualitas sumber daya manusia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Irjen: Pencopotan Pejabat Kementan Terkait Kasus Bawang Putih untuk Mitigasi Risiko
Artikel Selanjutnya
Program Serasi Meningkatan Indeks Pertanaman dan Provitas Padi