Sukses

Survei: 3 Menteri Ini Paling Konsisten Wujudkan Gagasan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Klimatologi Politik (LKP) merilis hasil surveinya terkait rapor 10 menteri dalam Kabinet Kerja yang paling konsisten mengimplementasikan gagasan Presiden Jokowi. Ada 3 menteri yang muncul dalam daftar tersebut.

Pertama, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menjadi menteri dengan nilai rapor yang paling bagus.

Selain Yuddy, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga mendapat rapor bagus dalam melaksanakan gagasan-gagasan Jokowi.

"Yuddy Chrisnandi memperoleh nilai paling tinggi, yakni 63,5. Di bawahnya ada Mendagri Tjahjo Kumolo dengan Skor 64,1," kata CEO LKP Usman Rachman di Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Usman berujar, dari analisis media dan pengamatan yang dilakukan tim LKP, Yuddy, Tjahjo dan Susi terlihat paling konsisten menjabarkan Nawa Cita dan Trisakti melalui statemen di media hingga sosialisasi program.

"Yuddy misalnya, selama 8 bulan menjabat, aktif mengimplementasikan gerakan revolusi mental di kalangan aparatur negara di seluruh Indonesia. Sementara Tjahjo, meski dengan gaya yang kalem, dia konsisten melaksanakan ide-ide Jokowi," jelas Usman.

Sedangkan Susi Pudjiastuti, adalah menteri ketiga yang mendapatkan skor yang cukup bagus dengan 62,9. Di bawahnya ada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan dengan Skor 60,7.

"Susi gencar mendorong produktivitas nelayan, melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan. Terlihat sekali beliau mencoba memberikan perlindungan dan rasa aman atas wilayah perairan Indonesia," tandas Usman.

Berikut daftar 10 menteri kabinet kerja yang dianggap paling konsisten mengimplementasikan program Nawa Cita Presiden Jokowi:

1. Yuddy Chrisnandi 65,3
2. Tjahjo Kumolo 64,1
3. Susi Pudjiastuti 62,9
4. Anies Baswedan 60,7
5. Khofifah IP 59,5
6. Lukman Hakim Syafiuddin 59,3
7. Marwan Ja'far 57,3
8. M Saleh Husin 56,6
9. Retno LP Marsudi 55,9
10. Amran Sulaiman 55,1

Kajian akademik LKP dilakukan sejak 1 April 2015 dengan menggunakan metode media analisis dan pengamanan secara mendalam (in depth observation).

Sedangkan data-data yang digunakan sebagai bahan analisis seperti surat kabar, majalah, online, televisi, adalah sejak 1 November 2014.

Khusus untuk media massa, dibatasi pada 10 surat kabar nasional terkemuka dan 10 media online terpercaya. Dengan alasan etika, nama-nama media tersebut tidak disebutkan.

Skor yang diberikan merupakan kombinasi penilaian kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan indicator intensitas pemberitaan media, curiosity dan keterkaitan (linked) antara program kementerian dengan 9 agenda program prioritas dalam Nawa Cita‎. (Ali)

Loading