Liputan6.com, Surabaya - Dengan kacamata hitam dan baju oranye, seorang pria tegap tengah duduk di pinggir danau. Danau itu tepat berada di belakang ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, lokasi identifikasi jasad korban AirAsia QZ8501.
Pria itu adalah Aiptu Puji Haryanto. Puji adalah anggota tim ahli dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) yang diterjunkan Polri untuk mengidentifikasi jasad penumpang QZ8501. Lantas apa yang dilakukannya di pinggir danau?
Rupanya Puji dan 5 anggota Inafis lain tengah mencoba menghilangkan penat dalam mengidentifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501. Menurut Puji, ia hanya menyalurkan hobi lain, yaitu memancing. Hal itu tak menyalahi aturan karena memang ia diberikan waktu istirahat selama 1 jam untuk makan dan beribadah.
"Ngisi waktu istirahat aja, Mas," kata Puji saat berbincang dengan Liputan6.com di area Polda Jatim, Selasa (6/1/2015).
Bapak 2 anak itu pun mengatakan sangat mencintai pekerjaannya sebagai Tim Inafis. Menjadi polisi, memang sudah cita-cita Puji sejak kecil. Ia pun mengelak jika alasannya memancing dinilai untuk menghilangkan kejenuhan menghadapi jenazah korban setiap hari. Ia mengaku senang saat kembali diturunkan menjadi salah satu tim ahli identifikasi korban AirAsia.
"Saya nggak ada capeknya, Mas. Senang gitu saya kerja begini. Apa Mas lihat saya capek atau kecapaian? Saya bekerja di tim ini hobi. Mancing juga hobi," ungkap Puji seraya terus bergurau.
"Kayak saya ini Presiden Soeharto saja, Mas, diliput lagi mancing," canda Puji.
Puji tercatat sebagai anggota tim Inafis Kapolrestabes Surabaya sejak 2001 atau genap 14 tahun dirinya telah mengabdi di Kota Pahlawan itu. Beberapa kasus kejahatan pembunuhan dengan korban tak sedikit pun menjadi santapan dirinya saat bertugas. Salah satu kasus besar yang pernah ia ungkap ialah pembunuhan di Pacet, Mojokerto.
"Saya spesialis olah TKP (tempat kejadian perkara), pembunuhan Pacet. Dikenal tragedi Pacet. Mayat di dalam tabung di Surabaya ditangani saya juga," ujar pria kelahiran 24 Oktober 1973 itu.
Menanti Kiriman dari Pangkalan Bun...
Menanti "Kiriman" dari Pangkalan Bun
Menanti Kiriman dari Pangkalan Bun
"Kalau nganggur justru kita jenuh, Mas. Jadi mending kerja. Makanya kita mancing, siapa tahu dapat 100 ikan bisa bantu buat konsumsi," canda Puji sambil menarik kailnya yang dimakan ikan patin kecil.
Menurut Puji, aktivitas memancing ini tak lain dilakukan karena belum adanya lagi jenazah yang dikirim dari Pangkalan Bun. Sebab Puji mengaku Inafis adalah tim yang pertama mengidentifikasi jenazah saat tiba di RS Bhayangkara Polda Jatim. Namun, Puji menolak membeberkan lebih jauh soal apa saja yang dikerjakan Tim Inafis pada korban AirAsia QZ8501.
"Sambil menunggu kiriman dari (Pangkalan) Bun. Ya, inilah akibat kiriman (jenazah) terlambat. Baru hari ini aja kita mancing, kan mulai berkurang kiriman-kiriman," tutur Puji yang terkenal doyan humor di rekan-rekan seprofesinya.
Sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menghadapi jenazah dengan segala kondisi. Saat ini bisa dipastikan, jenazah korban AirAsia sudah sulit dikenali. Rusak karena berhari-hari di laut. Hingga hari ke 9 identifikasi jenazah, ia belum menemukan kesulitan.
"Ya ternyata lebih gampang identifikasi mayat daripada masang umpan pancing," ujar pria yang pernah bertugas di Atambua, Nusa Tenggara Timur, selama dari 1993 hingga 2000.
Dalam waktu istirahatnya, Puji pun masih sigap dalam bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya. Saat asyik memancing, ia dihampiri oleh seseorang mengenakan seragam kedokteran. Tujuan orang tersebut untuk meminta tanda tangan dari Puji perihal hasil identifikasi. Puji pun menolak saat Liputan6.com mengambil gambar arsip yang ditandatanganinya.
Yang jelas, Puji juga termasuk orang atau ahli yang diajak rapat rekonsiliasi. Rekonsiliasi adalah rapat penentuan yang isinya mencocokkan hasil data-data yang diperoleh dengan data-data yang didapat dari pihak keluarga sehingga matching. Ia pun enggan meneruskan lebih jauh perbincangan soal identifikasi. (Ans/Yus)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/790812/original/062799300_1420536909-anggota_Inafis_mancing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)