Bertolak ke Bali, SBY Jadi Pembicara Utama di Forum UNAOC

Indonesia merupakan negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang menjadi tuan rumah UNAOC.

Diterbitkan 27 Agustus 2014, 09:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Denpasar - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi pembicara kunci pada The Sixth Global Forum of the United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC). Forum global ini akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, mulai hari ini hingga 29 Agustus 2014.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Indonesia merupakan negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang menjadi tuan rumah UNAOC.

"Terpilihnya Indonesia dapat dimaknai sebagai apresiasi masyarakat internasional terhadap keberhasilan menjadi model hubungan yang harmonis antara beragam etnis, ras, dan budaya," ujar Teuku Faizasyah seperti dikutip laman presidenri.go.id, Rabu (27/8/2014).

UNAOC ke-6 di Bali mengambil tema Unity in Diversity: Celebrating Diversity for Common and Shared Values. Indonesia telah aktif menghadiri Global Forum sejak diselenggarakan pertama kali pada 2007 di Wina, Austria.

UNAOC ditujukan untuk mendorong terciptanya harmoni antarperadaban atau harmony among civilizations. Forum ini terutama menjembatani jurang antara peradaban --termasuk antara Islam dan Barat-- serta untuk membangun kemauan politik dan memobilisasi kemauan bersama untuk menghadapi prasangka, salah persepsi, dan ekstrimisme dalam masyarakat.

Forum global ini rencananya dihadiri 2 utusan khusus, 20 pejabat setingkat menteri, dan pejabat tinggi serta perwakilan dari organisasi-organisasi dan media.

Di sela-sela rangkaian acara, Presiden SBY juga akan melakukan sejumlah pertemuan, antara lain dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal OKI Iyad Ameen Madani, dan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova.

Sementara itu, untuk mendukung kegiatan ini, Komando Armada RI Kawasan Timur mengerahkan 5 kapal perang ke perairan Bali. Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir di Surabaya, mengatakan 5 kapal perang yang terlibat pengamanan masing-masing KRI Ahmad Yani-351, KRI Makasar-590, KRI Pulau Rimau-724, KRI Weling-822, dan KRI Soputan-923.

Ia menjelaskan, tugas khusus yang diemban unsur kapal perang itu, antara lain mengamankan wilayah perairan melalui penyekatan, pengamanan seluruh wilayah pantai dan sekitar perairan tempat Forum Global UNAOC berlangsung.

"Unsur kapal perang itu juga disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti evakuasi terhadap tamu penting VVIP melalui aspek laut," tambah Kadispen.

Selain mengerahkan 5 kapal perang, Koarmatim juga menyiagakan pasukan dengan kekuatan satu satuan setingkat kompi dari Pangkalan TNI AL Denpasar, yang tergabung dalam Subsatgas Pengamanan Pelabuhan dengan posko di Dermaga Pelabuhan Benoa, Bali. (Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6